Perpustakaan Keraton Sumedang Larang Simpan Ribuan Koleksi Sejarah dan Naskah Kuno

Caption : Kepala Bidang Perpustakaan Keraton Sumedang Larang, NR. Fetty K. Sumawilaga, saat di temui di Perpus
Kepala Bidang Perpustakaan Keraton Sumedang Larang, NR. Fetty K. Sumawilaga, saat di temui di Perpustakaan Keraton Sumedang Larang baru-baru ini - (Laila/Sumeks)
0 Komentar

SUMEDANG EKSRES, KOTA – Perpustakaan yang berada di lingkungan Keraton Sumedang Larang menyimpan ribuan koleksi buku yang sebagian besar berkaitan erat dengan sejarah Kabupaten Sumedang. Perpustakaan ini berada di bawah naungan Yayasan Nadir Wakaf Pangeran Sumedang dan telah berdiri sejak tahun 1974, bersamaan dengan pendirian museum keraton.

Kepala Bidang Perpustakaan Keraton Sumedang Larang, NR. Fetty K. Sumawilaga, menjelaskan bahwa hingga saat ini jumlah koleksi perpustakaan mencapai 2.858 buku.

Koleksi tersebut terdiri atas berbagai klasifikasi, mulai dari karya umum, ilmu sosial, filsafat, agama, budaya, hingga sejarah.

Baca Juga:Keindahan Masjid Al Kamil Jatigede, Tempat Ibadah Sekaligus Spot Foto Favorit5 Penginapan Nyaman Dengan Harga Terjangkau di Kecamatan Jatinangor: Liburan di Sumedang Makin Seru

“Sekitar 80 persen koleksi kami merupakan buku-buku sejarah yang berkaitan langsung dengan Kabupaten Sumedang. Ini yang menjadi pembeda utama perpustakaan Keraton Sumedang Larang dengan perpustakaan lainnya,” ujar Fetty.

Selain buku cetak, perpustakaan ini juga menyimpan 33 naskah kuno yang memiliki nilai historis tinggi. Di antaranya naskah Waruga Jagad, Manakib Abdul Qadir Jailani, Wawacan Kangjeng Nabi Muhammad SAW, serta Al-Qur’an tulisan tangan yang dibuat pada tahun 1856.

Salah satu koleksi yang dinilai sangat langka adalah Al-Qur’an tulisan tangan karya Abdul Majid, yang memiliki ornamen khas pada beberapa surat seperti An-Nas dan Al-Kahfi.

Menurut Fetty, keunikan ornamen dan usia naskah tersebut menjadikannya sumber penting bagi kalangan peneliti dan akademisi.

“Koleksi ini sangat menarik untuk kajian filologi dan sejarah, terutama bagi peneliti yang membutuhkan sumber primer,” katanya.

Perpustakaan Keraton Sumedang Larang terbuka untuk umum dengan jadwal layanan setiap Senin dan Kamis. Sementara itu, kegiatan perawatan koleksi dilakukan pada Selasa, Rabu, dan Sabtu. Perpustakaan tutup pada Jumat dan Minggu.

Meski demikian, pihak pengelola tetap membuka layanan apabila terdapat kebutuhan mendesak dari pengunjung, terutama peneliti.

Baca Juga:3 Daftar Wisata Jatigede yang Wajib Dikunjungi Saat Libur Akhir Pekan3 Rekomendasi Cafe di Sumedang, Cocok Untuk Santai dan Nongkrong di Sore Hari

Sejumlah perguruan tinggi telah memanfaatkan perpustakaan ini sebagai rujukan, di antaranya UIN Bandung, UPI Bandung, serta Universitas Indonesia.

Para akademisi tersebut umumnya melakukan penelitian terkait sejarah kerajaan Sumedang Larang dan naskah-naskah kuno yang tersimpan di perpustakaan.

Menariknya, perawatan koleksi di perpustakaan ini dilakukan secara alami tanpa menggunakan pendingin ruangan atau kipas angin.

0 Komentar