SUMEDANG EKSPRES – Pemerintah Desa Rancamulya Kecamatan Sumedang Utara tetap memprioritaskan pembangunan sarana kesehatan masyarakat serta penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat meski di tengah keterbatasan anggaran pada tahun 2026.
Kepala Desa (Kades) Desa Rancamulya, Oteng Sulaeman, mengatakan bahwa alokasi anggaran desa tahun 2026 difokuskan pada pembangunan Posyandu bagi sarana kesehatan yang dinilai sangat menunjang untuk kesehatan warga di desanya.
Kades mengatakan sesuai hasil penetapan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) bulan Desember kemarin untuk kegiatan pembangunan tetap difokuskan pada bidang kesehatan.
Baca Juga:Kunjungi Dua Kantah di Sumut, Wamen Ossy Monitoring Kesiapan WBBM hingga Serahkan Sertipikat kepada MasyarakatRumah Imperium Mendukung Kepala Desa Ganeas Terpilih Pak Suryatna
” Mungkin Untuk tahun- tahun sebelumnya apapun ajuan dari Puskesmas atau PLKB semuanya kami masukkan ke skala prioritas anggaran dana desa namun pada saat ini kami terbentur dengan anggaran makanya kami batasi hanya untuk kegiatan- kegiatan yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya hal tersebut dilakukan karena terbentur anggaran dana desa yang minim saat ini.
” Karena minimnya anggaran untuk pengaturanya juga sangat membingungkan kami selaku pemerintahan desa, untuk bidang kesehatan saja seperti penanganan seluruh balita dan juga untuk penanganan ibu hamil tahun ini tidak akan bisa ke kaper oleh anggaran dana desa ,” ungkapnya.
Lebih jauh Kades mengatakan, untuk penganggaran bidang kesehatan tahun 2026 hanya untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) balita yang dilaksanakan di setiap bulan di Posyandu.
” Kemudian karena masih ada dua RW yang belum memiliki Posyandu, untuk tahun 2026 ini baru teranggarkan pembangunan satu Posyandu di RW 09 tadinya ya memang awalnya kami Berencana untuk dianggarkan pembangunan 2 Posyandu di tahun sekarang namun terbentur dengan anggaran kami hanya bisa menganggarkan satu kegiatan pembangunan Posyandu dan tidak ada lagi kegiatan pembangunan infrasttuktur lainya,” tandasnya.
Kades berharap kedepan anggaran setelah Koperasi Desa Merah Putih berjalan dana desa bisa terbantu dan bisa kembali normal.
“Sehingga kami selaku pemerintahan desa bisa mengkaper seluruh kegiatan yang memang mendesak dan harus dilaksanakan, karena di bidang pembangunan infrastruktur lingkungan juga kami masih ada PR berupa usulan dari masyarakat seperti perbaikin drainase, jalan lingkungan dan lainnya,” tutup Kades.(ahm)
