Lebih lanjut, Sekda Tuti juga menyoroti perlunya peningkatan Sistem Pengendalian Internal (SPI) yang saat ini masih berada pada kategori kuning. Seluruh SKPD diminta untuk menyusun rencana aksi berbasis nilai Membumi guna meningkatkan standar pelayanan minimal dan kualitas pelayanan publik.
Selain itu, perhatian turut diarahkan pada berbagai program strategis daerah, seperti program makan bergizi gratis, pengendalian inflasi, peningkatan investasi, penguatan inovasi daerah, serta kolaborasi hingga tingkat desa.
“Investasi menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumedang, sehingga ekosistem yang sudah kita bangun harus terus dijaga dan ditingkatkan,” ujarnya.
Baca Juga:Komitmen Mengawal, Sekda Sumedang Tinjau Langsung SPPG Mekarjaya, Pastikan Program MBG Berjalan OptimalSekda Jabar Tegaskan Hubungan dengan Wagub Baik, Fokus Jalankan Tugas Pembangunan
Dalam rangka mendukung survei kemiskinan yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) dari tanggal 1 sampai dengan 18 Februari 2026, Sekda mengajak seluruh ASN untuk meningkatkan kepedulian sosial melalui bantuan kepada masyarakat kurang mampu.
“Ini bagian dari ikhtiar kita bersama agar data kemiskinan semakin akurat dan upaya penurunannya lebih tepat sasaran,” katanya.
Mengakhiri arahannya, Sekda Tuti menekankan pentingnya tertib administrasi, tertib pelaksanaan, serta kelengkapan pertanggungjawaban dalam setiap program dan kegiatan.
“Jangan hanya menggugurkan kewajiban. Evaluasi setiap program, apakah benar-benar berdampak bagi masyarakat. Tertib administrasi dan pelaksanaan adalah kunci agar kita terhindar dari masalah hukum,” pungkasnya.
