SUMEDANG EKPRES, JATINANGOR – Seorang siswa kelas X di SMAN Jatinangor diduga menjadi korban pemukulan oleh sesama siswa satu tingkat saat kegiatan makan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden tersebut terjadi di lingkungan sekolah dan sempat membuat suasana tegang. Rabu (11/2/2024)
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi ketika para siswa tengah menikmati menu MBG. Secara tiba-tiba, korban dipukul menggunakan ompreng (wadah makan) MBG oleh rekannya sendiri. Akibat pukulan tersebut, korban mengalami luka dan langsung dilarikan ke Puskesmas Jatinangor untuk mendapatkan penanganan medis.
Kejadian ini memicu perhatian orang tua korban. Tidak lama setelah insiden, pihak keluarga mendatangi SMAN Jatinangor untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban atas peristiwa yang menimpa anaknya.
Dugaan sementara menyebutkan, terduga pelaku merupakan siswa yang sebelumnya pernah mendapat sanksi dari pihak sekolah karena pelanggaran tata tertib. Ia disebut-sebut pernah terlibat kasus konsumsi kratom yang dikategorikan sebagai zat berbahaya.
Meski sudah diberikan pembinaan dan sanksi, yang bersangkutan diduga kembali melakukan pelanggaran.Menanggapi kejadian tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMAN Jatinangor, Asep Suhayat, membenarkan adanya insiden pemukulan antar siswa kelas X.
“Permasalahan tersebut sudah teratasi saat itu juga. Pihak sekolah langsung melakukan mediasi bersama pihak-pihak terkait,” ujar Asep saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, mediasi dilakukan dengan melibatkan keluarga kedua belah pihak, unsur pemerintah desa, serta aparat kewilayahan. Kepolisian diwakili oleh Babinsa Polsek Jatinangor turut hadir dalam proses penyelesaian tersebut.
Menurut Asep, langkah mediasi ditempuh untuk memastikan persoalan tidak berlarut-larut serta menjaga kondusivitas lingkungan sekolah. Pihak sekolah juga menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan serta meningkatkan pembinaan terhadap siswa agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga kini, kondisi korban dilaporkan berangsur membaik setelah mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, pihak sekolah masih melakukan evaluasi internal terkait insiden tersebut. (kos)
