SUMEDANG EKSPRES, CISITU – Warga Desa Cigintung, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang mengeluhkan kondisi jalan rusak dan berlubang yang hingga kini belum juga diperbaiki. Padahal, jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.
Kerusakan jalan yang sudah berlangsung cukup lama itu dinilai mengganggu mobilitas warga sekaligus membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
Salah seorang warga, Imelda, mengatakan jalan tersebut setiap hari dilalui masyarakat yang hendak menuju pasar maupun para petani yang akan berangkat ke sawah. Namun kondisi jalan yang sempit dan berlubang sering menimbulkan kemacetan ketika kendaraan berpapasan.
Baca Juga:Sumedang Darurat Sampah, Data SIPSN 2025: 179 Ribu Ton Diproduksi, 90 Persen Belum TertanganiIntegritas vs CoI
“Ya, sangat mengganggu karena banyak lalu lintas warga sekitar yang ke pasar atau petani yang mau ke sawah. Dengan kondisi jalan yang rusak kadang suka macet, apalagi kalau ada dua mobil lewat dan papasan,” ujar Imelda kepada Sumeks, Selasa (10/3).
Menurutnya, salah satu titik yang paling dikhawatirkan warga berada di sekitar area jembatan desa. Di lokasi tersebut terdapat lubang cukup besar yang dianggap sangat berbahaya bagi pengendara.
Lubang tersebut berisiko menyebabkan kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas pada malam hari atau saat kondisi jalan ramai.
Risiko kecelakaan juga meningkat ketika musim hujan tiba. Permukaan jalan yang sebagian masih bercampur tanah membuat jalur tersebut menjadi licin dan berlumpur.
Selain itu, lubang di badan jalan kerap tertutup genangan air sehingga sulit terlihat oleh pengendara yang melintas.
“Kalau hujan lebih bahaya lagi karena licin. Lubang juga sering tertutup air jadi tidak kelihatan, itu rawan bikin pengendara jatuh,” katanya.
Warga mengaku sebenarnya sudah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pihak terkait mengenai kondisi jalan tersebut. Namun hingga kini belum ada perbaikan yang dilakukan secara menyeluruh.
Baca Juga:KEBAB 2026 Resmi Ditutup, Sampai Jumpa di Ramadan BerikutnyaHanya Satu Peserta dan Tanpa Tender, Renovasi Rumah Dinas Hampir Rp300 Juta di Sumedang Disorot Pakar Unpad
Perbaikan yang pernah dilakukan sebelumnya disebut hanya bersifat sementara sehingga kerusakan kembali muncul setelah beberapa waktu.
Sebagian warga menduga minimnya penanganan disebabkan status jalan tersebut yang dianggap sebagai jalan desa. Padahal bagi masyarakat setempat, jalan itu menjadi jalur penting yang menghubungkan aktivitas warga, termasuk akses menuju lahan pertanian.
