SUMEDANGEKSPRES – Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari, mengingatkan pentingnya perlindungan anak dari dampak negatif dunia digital sejak usia dini.
Menurut dia, ketergantungan anak terhadap gawai dan paparan konten internet yang tidak terkontrol telah menjadi persoalan bersama yang memerlukan keterlibatan banyak pihak.
Pernyataan itu disampaikan Ineu seusai menghadiri kegiatan edukasi internet sehat yang digelar Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat di SDN Jatihurip, Kabupaten Sumedang, Kamis, 18 Juni 2026.
Baca Juga:Desa Cipanas Menyambut Tahun Baru Islam dengan Pawai OborDamkar Sumedang Rutin Gelar Rabu Bersih untuk Jaga Lingkungan dan Kesehatan
Ineu mengapresiasi inisiatif KPID Jawa Barat yang mengedukasi siswa dan orang tua melalui metode storytelling atau bercerita. Menurut dia, upaya tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama mengenai ancaman yang dihadapi anak-anak di era digital.
“Kalau hanya pemerintah tanpa ada kepedulian dari KPID, orang tua, dan sekolah, masalah ini akan terus terjadi. Ini menjadi keprihatinan kita bersama,” kata Ineu kepada Sumeks.
Menurut dia, Jawa Barat sebenarnya telah memiliki Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak.
Namun, perkembangan teknologi yang sangat cepat menuntut hadirnya langkah-langkah pencegahan yang lebih spesifik terhadap ancaman siber dan konten negatif yang menyasar anak-anak.
Ineu menjelaskan, selama ini DPRD Jawa Barat bersama pemerintah daerah telah menjalankan program pendidikan demokrasi untuk pelajar SMA. Namun, edukasi yang menyasar siswa sekolah dasar dan menengah dinilai tidak kalah penting sebagai upaya membangun karakter sejak dini.
“Kalau program pendidikan demokrasi selama ini menyasar SMA, kegiatan seperti ini penting karena dimulai dari SD dan SMP untuk menjaga anak-anak serta membentuk karakter mereka,” ujarnya.
Ia menilai perlindungan anak dari pengaruh negatif ruang digital merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi yang tangguh menghadapi bonus demografi dan mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Baca Juga:Di Jalan Cadas Pangeran, Perjalanan Sejenak MelambatApel Pagi Rutin Tingkatkan Disiplin dan Kesiapsiagaan Personel Damkar
Karena itu, Ineu mengingatkan agar pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat tidak mengabaikan persoalan tersebut. Menurut dia, keberhasilan pembangunan sumber daya manusia tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kepedulian seluruh elemen masyarakat.
“Kalau abai, cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak akan mudah dicapai. Karena itu upaya perlindungan anak harus dilakukan sejak dini dan secara gotong royong,” kata politikus PDI Perjuangan tersebut.(win)
