Emas, Perut, dan Matematika Ajaib

Emas, Perut, dan Matematika Ajaib
Manusia adalah binatang,” kata Sasha salah satu tokoh dalam novel “Pecundang” karangan Maxim Gorky alias Aleksey Maximovich
0 Komentar

Apa yang dilakukan cukup diketahui oleh segelintir. Tak boleh semua orang tahu tentang diri yang sebenarnya. Cukup dengan melemparkan narasi pencitraan.

Lalu, bagaimana dengan penegakan hukum? Ah, jangan naif. Hukum kita itu seperti narasi.

Dan seperti kata Alfred Korzybski, bagi mereka, narasi – termasuk narasi hukum, itu hanya soal bagaimana merangkai kata. Kata “keadilan”, bagi mereka, mungkin bermakna “kebagian”. Kata “dititipkan”, bagi mereka, adalah “tempat istirahat sementara sebelum diolah”.

Baca Juga:Dokumen Wakaf Hilang? Menteri ATR/Kepala BPN Jelaskan Cara agar Tanah Tetap Bisa DisertipikatkanDispusipda Jabar Genjot Peningkatan Kemampuan Literasi Masyarakat

Ketika mereka tertangkap, mereka akan merangkai kata-kata yang seolah-olah paling suci, paling taat hukum, dan paling tidak tahu apa-apa. “Saya khilaf,” atau “Itu titipan orang,” adalah narasi-narasi klasik yang tujuannya cuma satu: membiaskan kenyataan.

Mereka sadar betul bahwa di dunia ini, siapa yang memegang kendali narasi, dialah yang menentukan siapa yang jadi terdakwa dan siapa yang jadi raja.

Sebab narasi memang bisa dimaknai sesuka hati. Maka bagi mereka, merangkai kata-narasi adalah keterampilan yang paling utama yang harus dimiliki.

Sebab kata-narasi punya makna yang berbeda untuk setiap orang.

Pada akhirnya, kita hanya bisa mengelus dada. Di saat rakyat sibuk menghitung sisa receh untuk beli beras, di balik meja-meja mewah, ada orang yang sibuk menghitung berat emas dengan timbangan emas murni, bukan timbangan moral.

Manusia memang binatang. Tapi rupanya, ada binatang yang sudah lupa cara menjadi manusia, karena terlalu sibuk menjadi brankas berjalan. Ah, sudahlah.

Mengurus emas 74 kilo itu berat, kawan. Biarlah mereka yang pusing, kita yang cukup menonton saja. Siapa tahu, besok-besok ada yang menemukan tambang emas di bawah meja dispenser kantor sebelah.

(#Kang Marbawi, 110726)

0 Komentar