“Sumedang punya banyak sekali sumber inspirasi. Tinggal bagaimana semua kekayaan itu kita tuangkan menjadi sebuah karya batik yang indah, orisinal, memiliki filosofi, dan benar-benar mencerminkan karakter Sumedang,” katanya.
Dijelaskan Dony, Pengembangan batik Sumedang harus berangkat dari kekuatan identitas daerah, memadukan tradisi dengan inovasi, memiliki narasi yang kuat, bernilai komersial, serta dikembangkan secara berkelanjutan.
“Identitas Sumedang harus kita gali. Tradisi kita padukan dengan inovasi. Batik ini juga harus memiliki narasi, sehingga ketika orang melihatnya ada cerita tentang Sumedang, ada sejarah, budaya dan filosofi yang terkandung di dalamnya,” ujar Bupati Dony.
Baca Juga:Menjaga Asa di Surga Bahari, Dedikasi Mantri BRI untuk Masyarakat Wakatobi ABC Gelar Touring Budaya, Kenalkan Jejak Sejarah Asep Jamu
Ia mengajak seluruh peserta dan pelaku batik untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, kemajuan membutuhkan keberanian untuk berubah dan berkompetisi.
“Tidak ada kemajuan tanpa perubahan, tanpa kita berkompetisi. Ini menjadi ruang dan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Ia berharap dari kegiatan ini lahir karya yang memiliki karakter kuat hingga mampu menjadi penanda identitas daerah.
“Saya harap, dari kegiatan hari ini lahir sebuah karya yang nantinya ketika orang melihatnya langsung berkata, ‘Ini batik Sumedang,” pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut diberikan pula pemberian hadiah kepada para pemenang lomba desain batik yang diserahkan langsung Galih Dimuntur Kartasasmita Anggota DPR RI didampingi Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir.
Untuk Kategori pelajar, Juara I diraih Shaskia Sulistiawati dari SMAN Darmaraja dengan karya “Simbol Kebanggaan Sumedang” dengan nilai akhir 78,27, Juara II Ananda Namira Syaidatunnisa dari SMA Yadika Tanjungsari Sumedang dengan karya “Ngarumat Binokasih, Naliken Tali Kaasih – Merawat Warisan, Mengikat Kasih, Meneruskan Jati Diri” dengan nilai 78,13.
Dan Juara III kategori pelajar diraih oleh Shufi Zaenal Muttakin dari SMK PPN Tanjungsari dengan karya “Batik Kejayaan Sumedang Larang” dengan nilai 74,87.
Baca Juga:Paskibraka Harus Menjadi Sekolah Kehidupan dan Mencetak Calon Pemimpin Masa DepanBRI Peduli Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak melalui Posyandu Matahari di Desa Brilian Hargobinangun
Sementara kategori umum, Juara I diraih Rania Salsabila dari Rumah Batik Sumedang dengan karya “Binokasih Dijaga Naga Paksi (Warisan Leluhur, Dijaga Sepenuh Hati, Tumbuh Bersama Hanjuang)” dengan nilai 84,80.
