“Namun, penerapan sistem elektronik tersebut masih menjadi perhatian panitia. Salah satu kendala yang dihadapi adalah minimnya sosialisasi teknis dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) mengenai penggunaan perangkat elektronik dalam proses pemungutan suara,”tuturnya.
Panitia menilai, kejelasan petunjuk teknis menjadi penting mengingat waktu pelaksanaan Pilkades semakin dekat. Sosialisasi dan simulasi dinilai perlu dilakukan agar penggunaan sistem elektronik tidak menyulitkan masyarakat, khususnya pemilih pemula, lanjut usia, maupun warga penyandang disabilitas.
“Panitia Pilkades Desa Tanjungmekar berharap seluruh tahapan pemilihan dapat berjalan sesuai ketentuan. Mereka juga menargetkan pelaksanaan Pilkades berlangsung aman, jujur, transparan, dan kondusif serta mampu mencegah munculnya sengketa sosial di tengah masyarakat,”tutupnya .
Baca Juga:Pelaksanaan Tahap Pilkades Desa Tanjungmekar Berjalan Aman dan Tanpa KendalaDanramil Ingatkan Pilihan Boleh Beda, Kesatuan dan Keutuhan Tetap Utama
Dengan persiapan yang terus dilakukan, panitia berharap seluruh pihak, baik calon kepala desa, masyarakat, maupun penyelenggara, dapat menjaga ketertiban dan mengedepankan persatuan selama seluruh tahapan Pilkades serentak 2026 berlangsung(kki)
