26 PK Kompak ke Bunda Bilqis

26 PK Kompak ke Bunda Bilqis
26 PK Kompak ke Bunda Bilqis
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES , – Sebanyak 26 Pengurus Kecamatan (PK) Golkar Sumedang kompak memberikan dukungan kepada Hj. Yuslita Sumartini Bilqis alias Bunda Bilqis, untuk maju sebagai calon Ketua DPD Golkar Sumedang periode 2025-2030.

Ketua PK Golkar Rancakalong, Ade Sutrisno mengatakan, dukungan seluruh PK tersebut telah disampaikan kepada panitia Musda dan kini tinggal menjalani proses verifikasi.

“Kami dari 26 kecamatan sepakat bulat memberikan dukungan kepada Bunda Bilqis untuk maju menjadi Ketua DPD Golkar Kabupaten Sumedang,” ujar Ade, Senin (5/10).

Baca Juga:Besok, Golkar Sumedang Buka Pendaftaran Ketua DPD, Asep Kurnia:  Dukungan 30 Persen Wajib DiverifikasiOptimistis, Sumedang Tembus 10 Besar Porprov XV Jawa Barat

Namun, kata Ade, dukungan itu tidak berhenti pada Musda.Ade menyebut ada harapan besar yang dititipkan kepada kepemimpinan Golkar ke depan.

Salah satunya adalah mengembalikan kekuatan partai hingga mampu merebut kursi Sumedang 1 pada Pilkada 2029.

“Mudah-mudahan 2029 Partai Golkar bisa mempunyai Bupati dari Partai Golkar,” kata Ade.

Menurut Ade, target tersebut harus disiapkan sejak jauh-jauh hari. Golkar tidak boleh kembali melakukan persiapan secara mendadak ketika tahapan Pilkada sudah berjalan.

Pengalaman Pilkada sebelumnya, kata dia, harus menjadi bahan evaluasi.Terutama dalam menyiapkan figur yang akan diusung.

“Jangan terlalu mepet. Kemarin kan ada di tengah perjalanan, ada yang mundur dan digantikan. Mudah-mudahan ke depan dari pengalaman itu bisa mempersiapkan kader Golkar dari awal,” ujar Ade.

Dengan persiapan lebih awal, sambung Ade, kader yang diproyeksikan maju dapat disosialisasikan kepada masyarakat jauh sebelum pertarungan Pilkada dimulai.

Baca Juga:26 PK Golkar Sumedang Merapat ke Bunda Bilqis, Musda XI Makin MengerucutIndependensi Wartawan Tidak Boleh Terganggu Kepentingan, KDM: Informasi Harus Akurat

Lebih jauh Ade berpendapat, kepemimpinan perempuan memiliki karakter yang dibutuhkan untuk memperkuat komunikasi dan perhatian terhadap struktur partai di bawah.

“Namanya perempuan kan keibuan. Bahasa sederhananya indung. Tentunya lebih sensitif mengerti apa yang terjadi di rumput dan lebih memperhatikan bagaimana Golkar ke depan bisa lebih baik,” katanya. (red)

0 Komentar