Menembus Batas Tanah Cilembu, Misi Membawa Ubi Legendaris ke Pasar Dunia

Menembus Batas Tanah Cilembu, Misi Membawa Ubi Legendaris ke Pasar Dunia
ILUSTRASI: Petani memanen ubi Cilembu di lahan pertanian Kabupaten Sumedang. Pemerintah daerah terus mendorong penerapan teknologi kultur jaringan untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas sentra budidaya komoditas unggulan tersebut.(istimewa)
0 Komentar

Produktivitas tanaman sebenarnya cukup tinggi. Dalam kondisi normal mampu menghasilkan 15–20 ton per hektare, bahkan dapat mencapai 40 ton per hektare apabila kondisi lahan dan cuaca sangat mendukung.

Masalahnya bukan semata-mata produktivitas, melainkan kesinambungan pasokan. Permintaan pasar, baik untuk industri olahan maupun ekspor, berkisar antara 12 hingga 40 ton setiap bulan. Ketika produksi menurun akibat cuaca atau kondisi tanah yang kurang sesuai, rantai pasok pun terganggu.

“Tantangan kami menjaga kontinuitas produksi karena ubi ini membutuhkan kondisi tanah yang sangat spesifik, sementara permintaan pasar terus meningkat,” ujar Tono.

Baca Juga:Harga Ayam Tembus Rp40 RibuAnggaran Terbatas, Rancamulya Prioritaskan Posyandu dan Jalan Lingkungan

Karena itu, strategi pemerintah tidak berhenti di lahan pertanian. Hilirisasi juga menjadi bagian penting dari pengembangan komoditas ini.

Beragam pelaku UMKM mulai didorong mengolah ubi Cilembu menjadi produk bernilai tambah, salah satunya bakpia berbahan ubi yang memanfaatkan rasa manis alami tanpa tambahan gula.

Langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat yang mendorong hilirisasi komoditas pertanian untuk meningkatkan nilai ekspor sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Bagi Sumedang, ubi Cilembu bukan sekadar hasil panen. Ia telah menjadi identitas daerah sekaligus sumber penghidupan ribuan petani.

Karena itu, keberhasilan teknologi kultur jaringan bukan hanya soal memindahkan bibit dari satu lahan ke lahan lain, melainkan menjaga warisan pertanian agar tetap bertahan di tengah meningkatnya permintaan pasar dan perubahan tantangan pertanian.(win)

0 Komentar