Selain mempertemukan perusahaan dan pencari kerja, pemerintah daerah juga didorong menghubungkan job fair dengan program pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Sumedang.
Melalui aplikasi SIPEDO, perusahaan dapat melihat pilihan kompetensi dan paket pelatihan yang tersedia. Pelatihan tersebut diharapkan membantu calon tenaga kerja menyesuaikan keterampilan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Dony meminta program pelatihan tidak berhenti pada penyelesaian kelas atau sertifikasi, tetapi dilanjutkan dengan upaya menghubungkan peserta dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Baca Juga:Anggaran 2027 Terbatas, Pemdes Sukajaya Sumedang Fokus Infrastruktur dan KesehatanMusim Hujan Mengintai, ASN Sumedang Diminta Bergerak Cegah Banjir
“Setelah pelatihan, pastikan peserta bisa bekerja dan terhubung dengan perusahaan penyedia lapangan pekerjaan. Pelatihan harus sesuai dengan kebutuhan industri sehingga hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga menyoroti pentingnya perlindungan pekerja melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Dony mengimbau perusahaan mendaftarkan karyawannya sebagai peserta agar memperoleh perlindungan sesuai ketentuan.
Ia mengapresiasi keterlibatan 22 perusahaan dalam job fair tersebut serta kolaborasi Polres Sumedang melalui program Poliran atau Polisi Peduli Pengangguran.
Sumedang Job Fair 2026 menjadi salah satu upaya memperluas akses masyarakat terhadap lowongan kerja. Tantangan berikutnya ialah memastikan proses seleksi berjalan sesuai kebutuhan perusahaan dan kesempatan yang tersedia benar-benar berujung pada penempatan tenaga kerja.***
