Musim Hujan Mengintai, ASN Sumedang Diminta Bergerak Cegah Banjir

Dikdik Syeh Rizki saat memberikan arahan dalam apel pagi.
Staf Ahli Bupati Sumedang Bidang Kemasyarakatan dan SDM Dikdik Syeh Rizki mengingatkan ASN agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim hujan dan menggerakkan masyarakat menjaga kebersihan saluran air.
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Ketika hujan deras datang, saluran air yang tersumbat sampah bisa berubah menjadi persoalan serius. Karena itu, upaya mencegah banjir tidak cukup hanya mengandalkan petugas kebersihan atau aparat kewilayahan. Masyarakat perlu bergerak bersama, termasuk aparatur sipil negara (ASN) yang diharapkan menjadi penggerak di lingkungannya.

Pesan itu disampaikan Staf Ahli Bupati Sumedang Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Dikdik Syeh Rizki, saat memberikan arahan dalam Apel Pagi Lingkup Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sumedang di Lapangan Upacara Setda, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (26/10/2026).

Dikdik mengingatkan ASN untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi perubahan cuaca, terutama potensi hujan berintensitas tinggi setelah periode kemarau panjang.

Baca Juga:Jatinangor Juara Perwosi Cup U-17 Sumedang, Kalahkan Cimalaka 2-0Bingung Nugas Tengah Malam di Jatinangor? Ini 5 Warkop dengan Harga Mulai Rp 2.000

Menurut dia, salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko banjir ialah memastikan saluran air tetap bersih dan tidak tersumbat. Operasi bersih atau opsih perlu dilakukan secara rutin, bukan hanya ketika lingkungan mulai terdampak genangan.

“Sebagai ASN, kita harus menjadi penggerak di wilayah masing-masing. Ajak masyarakat untuk rutin melaksanakan operasi bersih. Jangan sampai saluran air dipenuhi sampah sehingga tidak mampu menampung air ketika hujan deras,” ujarnya.

Persoalan saluran air tidak semata-mata berkaitan dengan intensitas hujan. Kebiasaan membuang sampah ke selokan serta keberadaan bangunan liar yang mempersempit saluran juga dapat memperbesar risiko luapan air.

Dikdik meminta ASN tidak berhenti pada imbauan. Mereka diharapkan mengambil inisiatif dan memberikan contoh nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Keterlibatan masyarakat, termasuk melalui kepala desa, ketua RW, dan ketua RT, dinilai penting agar upaya pencegahan berjalan secara berkelanjutan. Dengan begitu, kegiatan membersihkan lingkungan tidak hanya berlangsung ketika ada instruksi atau setelah muncul persoalan.

Pesan tersebut menempatkan ASN bukan sekadar pelaksana administrasi pemerintahan, melainkan juga bagian dari upaya membangun kesadaran publik terhadap risiko bencana.

Kewaspadaan menghadapi musim hujan juga perlu diterapkan di lingkungan perkantoran. Dalam arahannya, Dikdik meminta Kepala Bagian Umum memperhatikan kondisi bangunan kantor, terutama kemungkinan kebocoran yang dapat mengganggu aktivitas kerja ketika hujan turun.

Baca Juga:5 Warkop 24 Jam di Jatinangor untuk Mahasiswa, Harga Mulai Rp 2.000Polres Sumedang Amankan Perempuan Positif Narkotika, Sita 200 Botol Miras

Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya efisiensi anggaran dan energi melalui kebiasaan sederhana, seperti mematikan komputer, lampu, dan peralatan elektronik setelah digunakan.

0 Komentar