SUMEDANGEKSPRES– Suasana Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka, mendadak bergemuruh penuh energi.
Bukan tanpa sebab, desa ini sukses mencuri perhatian pencinta olahraga regional setelah resmi menggeliatkan ajang bergengsi Turnamen Bola Voli Putri Antar-Klub Se-Jawa Barat memperebutkan Piala Kepala Desa Cibeureum Kulon, Sabtu (31/10).
Digelar selama dua hari penuh hingga 1 November 2026, kejuaraan ini tampil beda dan mencuri perhatian publik karena dikhususkan bagi kelompok usia dini, yakni kategori U-13 (kelahiran tahun 2013). Langkah berani ini langsung memicu antusiasme luar biasa dari berbagai penjuru daerah.
Baca Juga:Ini Daftar Pejabat Eselon III yang Mengisi Jabatan Baru di Sumedang Ada Kabag Sekdis hingga CamatBupati Sumedang Lantik 222 ASN Tekankan Integritas Inovasi dan Orientasi Pelayanan
Tercatat, sebanyak 31 klub dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat tumpah ruah demi membuktikan ketangguhan mereka di atas lapangan.
Kepala Desa Cibeureum Kulon, Gun Gun Turganda, S.H., tak bisa menyembunyikan rasa syukur dan kebanggaannya atas sambutan hangat dunia voli putri regional. Terlebih, ajang khusus kelompok usia 13 tahun putri ini tercatat sebagai turnamen perdana yang dihelat di Kabupaten Sumedang.
“Alhamdulillah, hari ini sudah hadir 31 klub se-Jawa Barat yang siap bertanding. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi wadah untuk menumbuhkan generasi atlet bola voli putri yang baru, khususnya bagi Sumedang dan tentu Desa Cibeureum Kulon tercinta,” ujar Gun Gun di sela-sela kemeriahan acara.
Lautan Manusia dan Persaingan Ketat Lintas Daerah
Semarak turnamen terasa begitu hidup. Ribuan pasang mata, mulai dari atlet cilik bermental baja, para pelatih, hingga ratusan orang tua yang setia mendampingi memadati area sekitar lokasi pertandingan demi memberikan dukungan moral terbaik.
Peserta yang hadir pun bukan nama sembarangan. Selain klub tuan rumah, gelaran ini turut dibanjiri oleh klub-klub tangguh dari berbagai wilayah tetangga di Jawa Barat. Mulai dari Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut, hingga Bandung, semuanya datang dengan satu ambisi: menjadi yang terbaik.
Di balik sengitnya persaingan dan smes keras yang tersaji di atas lapangan, turnamen ini ternyata membawa dampak domino yang luar biasa bagi denyut nadi perekonomian warga sekitar.
Kehadiran ratusan tamu, kontingen, hingga suporter dari luar daerah menjadi berkah tersendiri yang langsung dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Pedagang Kaki Lima (PKL).
