oleh

Tingkat Kesadaran Masyarakat Daftar Secara Online,  Masih Minim

KOTA – Pada masa pandemi, pemerintah dari berbagai tingkatan melakukan berbagai kebijakan untuk menekan penyebaran angka positif Covid-19.

Hal yang sama dilakukan Pemerintahan Kabupaten Sumedang. Pemerintah Kabupaten Sumedang gencar melakukan sosialisasi memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan (3M).

Namun, masih banyak masyarakat yang belum mematuhi peraturan tersebut. Sama halnya dengan situasi di tempat pendaftaran RSU Pakuwon, masih banyak masyarakat yang tidak menjaga jarak.

Hal serupa disampaikan Managemen RSU Pakuwon bagian pemasaran Tony Chowalidin (28),  Selasa (16/2).

“Memang jika di bagian luar RS banyak masyarakat Sumedang yang saling berdesakan untuk mengantri di pendaftaran. Sebenarnya kita menghadapi situasi yang sulit ya, karena terus terang masyarakat susah diatur. Pernah juga Satpol PP juga TNI membantu mengamankan di depan,” papar Tony kepada Sumeks.

Tony menyampaikan, RSU Pakuwon mempunyai aplikasi pendaftaran online. Bisa lewat whatsapp, ada juga yang melalui aplikasi Rumah Sakit Umum Pakuwon.

“Untuk aplikasi Whatsapp, mulai tanggal 22 Februari 2021 akan bertahap dihentikan. Jadi yang kita gunakan hanya aplikasi Rumah Sakit Umum Pakuwon saja,” jelasnya.

Selain itu, pasien yang akan mendaftar online sebelumnya harus sudah terdaftar sebagai pasien RSU Pakuwon.

“Untuk pasien yang akan mendaftar online, pasien tersebut harus sudah pernah terdaftar di sini. Karena, untuk membuka aplikasi Rumah Sakit Umum Pakuwon harus memasukan no rekam medis. Sehingga, memudahkan kami untuk mengecek data-datanya,” terangnya.

Berbeda dengan RS lain, kata dia, sistem reservasi di RSU Pakuwon, pendaftaran di RSU Pakuwon hanya sebatas melakukan booking saja. Hal ini dikarenakan pihak RSU Pakuwon mempertimbangkan masyarakat yang datang lebih awal.

“Kalau di kita, beda dengan RS lain. Setelah daftar online, pasien tidak langsung mendapatkan no antrian,  melainkan hanya membooking saja. Nanti mereka mendapat no antrian setelah datang ke RS. Kenapa seperti itu? Karena pihak RS masih mempertimbangkan orang-orang yang lebih awal datang ke RS,” tuturnya.

Selain pendaftaran yang bisa dilakukan secara online, RSU Pakuwon juga melakukan berbagai hal untuk menekan angka positif Covid-19.

“Sebenarnya di pintu masuk RS sudah ada satpam yang terlebih dahulu akan memeriksa pasien yang masuk. Disana akan dilakukan wawancara terlebih dahulu, lalu cek suhu tubuh dan juga pengecekan pasien. Apakah pasien tersebut memungkinkan untuk masuk sendiri atau harus didampingi,” terangnya.

Namun demikian, pihak RSU Pakuwon juga mengeluhkan kesadaran masyarakat yang belum mematuhi protokol kesehatan.

“Banyak masyarakat yg belum mematuhi protokol kesehatan meskipun kami selalu mengingatkan lewat audio yang ada di RS. Jadi kami mohon juga untuk masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Berbagai faktor di masyarakat,  menjadi kendala untuk melakukan pendaftaran online di RSU Pakuwon. Hal ini disampaikan oleh salah seorang pasien RSU Pakuwon yang tidak mau disebutkan identitasnya.

“Terkait pendaftaran online, saya belum terlalu faham. Handphone yang digunakan pun tidak bisa akses ke internet. Jadi bagaimana saya bisa melakukan pendaftaran online,” sesalnya.

Selain itu, dia juga menyampaikan ketakutannya mengantri di RSU Pakuwon.

“Bukan saya tidak takut berdesak-desakan dengan orang lain, tidak menjaga jarak. Namun, mau gimana lagi di sini sangat penuh,” tuturnya. (cr3)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *