oleh

Pengelola Gamping Lakeside Sebut Rugi Rp 200 Juta per Hari Akibat Penutupan Tempat Wisata Pacira

SUMEDANGEKSPRES.COM – Menanggapi penutupan sementara objek wisata di wilayah Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali (Pacira), di masa Pandemi Covid-19 ini, pengelola objek Gamping Lakeside, Marcelinus sangat mendukung kebijakan yang telah diputuskan oleh pemerintah.

“Untuk penutupan objek wisata sebetulnya kita harusnya proporsional. Tapi kita juga mendukung kebijakan pemerintah sejak awal pandemi. Bahkan setiap hari, kita melakukan fogging disinfektan,” kata Marcelinus saat ditemui di objek wisata Glamping, baru – baru ini.

Menurut Marcelinus, penutupan ini dikarenakan adanya foto dan video viral di media sosial terkait penumpukan kendaraan di wilayah Sadu, dan adanya kerumunan pengunjung di salah satu objek wisata pemandian di wilayah Rancabali.

“Sejak Sabtu (15/5) kemarin, di Glamping sepi pengunjung, ternyata di media sosial viral ada kemacetan di wilayah Sadu Soreang, dan kerumunan. Oleh karena itu, kami mendukung keputusan pemerintah, dan kami juga mendukung penutupan bagi yang melanggar,” kata Marcelinus.

Saat disinggung terkait hilangnya penghasilan sebagai dampak penutupan, Marcel pun mengaku, biasanya pas libur Idul Fitri penghasilan melonjak, namun pada liburan saat ini penghasilan rugi hingga Rp 100 hingga Rp 200 juta perhari.

“H+1 lebih ramai ketimbang H+2. Dari hasil rekap tiket, H+2 hanya ada 900 orang dari kapasitas 10.000 orang,” jelasnya.

Marcel menjelaskan, bahwa luas Glamping sekitar 30 hektare berada di tanah PTPN. Sehingga, kata Marcel, tidak akan ada titik kerumunan di masa Pandemi Covid-19 ini, karena ada beberapa destinasi wisata outdoor.

“Kita tidak mungkin ada kerumunan, karena benar-benar kita jaga protokol kesehatannya, apabila ada yang tidak pakai masker bukan hanya ditegur, tapi kita sekaligus memberikan maskernya,” ungkap Marcel.

Sejak Pandemi Covid-19, lanjut Marcel, pihaknya membuka reservasi kapasitas 65 persen hanya untuk keluarga, dan pihaknya pun akan mengirim form kesehatan, dimana setiap pengunjung yang akan reservasi hotel maka harus ada keterangan negatif Covis-19.

“Untuk reservasi yang menginap, kita tidak menerima grup dari perusahaan atau dari grup manapun, tetapi kita hanya menerima keluarga saja, sehingga family room tidak diisi sama sekali sejak tahun lalu, tetapi yang diisi hanya room yang kecil untuk keluarga,” jelas Marcel.

Karena saat ini ada penutupan, kata Marcel, maka pihaknya memfasilitasi refund dan reshedule.

“Kita juga ada refund dan reshedule. Kita siapkan reshedule sampai 23 Desember 2021. Reshedule kita panjang, jadi masih bisa di reshedule ketika melihat situasi saat ini,” tutup Marcel. (yul)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *