oleh

Bupati: Warga Pondok Pesantren harus Mengenal Masalah Kesehatan

SUMEDANGEKSPRES.COM – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pengembangan Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor, Rabu (9/6/2021).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang tersebut berlangsung selama dua hari, dari tanggal 9 sampai 10 Juni 2021 diikuti peserta yang terdiri dari 15 perwakilan pondok pesantren dan 10 petugas Promosi Kesehatan Puskesmas.

Turut hadir mendampingi Bupati, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang Dadang Sulaeman, Camat Jatinangor Herry Dewantara, perwakilan Kantor Kementrian Agama Sumedang undangan lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Dadang Sulaeman dalam laporannya mengatakan, sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 di lingkungan pondok pesantren, perlu adanya pemberdayaan warga masyarakat setempat.

“Warga pondok pesantren harus mengenal masalah kesehatan agar bisa merencanakan serta melakukan upaya pencegahannya dengan memanfaatkan potensi di tempat masing-masing sesuai dengan situasi dan kondisi kebutuhan setempat,” ungkapnya

Upaya ini, lanjut Dadang, dilakukan agar warga pondok pesantren bisa menjadi perintis, pelaku atau pemimpin yang bisa menggerakkan masyarakat berdasarkan azas kemandirian dan kebersamaan.

Sementara itu, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir dalam kesempatan itu, mengapresiasi jajaran Dinas Kesehatan yang telah menggagas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilainya sangat penting sebagai ikhtiar untuk pembangunan bidang kesehatan.

“Ini merupakan ikhtiar kita untuk membangun Kabupaten Sumedang agar lebih baik lagi. Harapan saya, dengan mengikuti kegiatan ini, Ibu dan Bapak mendapatkan tambahan pengetahuan,” kata Bupati.

Dikatakan Bupati Dony, setelah para peserta mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan tentang kesehatan, diharapkan muncul kesadaran akan arti pentingnya menjaga kesehatan dan mempromosikannya.

Lebih jauh, kata Bupati, jika sudah ada tumbuh kesadaran, para peserta dapat menjadi bagian untuk menyampaikan informasi dengan cara sosialisasi dan mengajak kepada masyarakat untuk hidup bersih dan sehat.

“Jika sudah ada kesadaran dalam diri kita, maka kita menjadi bagian yang menyampaikan informasi tersebut kepada yang lain, memsosialisasikan serta mengajaknya untuk berperilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Terakhir, Bupati menitipkan pesan kepada seluruh peserta agar kegiatan tersebut betul-betul bisa dijadikan kegiatan yang berdaya guna dan berhasil guna sehingga hasilnya bermanfaat untuk kepentingan maayarakat. (rls/ nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *