oleh

Guru Besar Paparkan Risiko Berat Aset Cripto

NET /ILUSTRASI

SUMEDANGEKSPRES.COM – Mata uang kripto (cryptocurrency) dinilai menjadi instrumen investasi yang menguntungkan bagi mereka yang mempercayainya.

Ini disebabkan, kripto diyakini mampu melahirkan jutawan bahkan miliuner baru dalam beberapa tahun terakhir. Faktanya, investasi ini penuh dengan risiko dan memiliki ketidakpastian yang tinggi.

Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Prof Dian Masyita PhD ketidakpastian harga kripto tercipta dari mekanisme permintaan (demand) dan ketersediaan (supply).

Permintaan yang banyak akan membuat harga menjadi meningkat. Sebaliknya, ketika banyak melakukan aksi jual, harga kripto otomatis akan turun dengan cepat. Karena itu, nilai atau harga dari kripto lebih banyak dipengaruhi faktor ketersediaan dan permintaan. Kripto jelas tidak memiliki nilai intrinsik atau nilai yang ada di dalam sesuatu yang bisa berdiri sendiri.

“Tidak ada sektor riil atau aset riil yang berputar sebagai underlying bisnisnya. Kalau menganalisis saham, ada analisis fundamentalnya (kondisi bisnis di sektor real perusahaan tersebut). Sedangkan, menganalisis cryptocurrency
kebanyakan pakai analisis teknis saja,” ungkap Dian.

Fluktuasi tersebut akan memperlihatkan seberapa besar risiko investasi di kripto. Namun, para pendukung mata uang digital ini keukeuh yakin bahwa kripto merupakan mata uang masa depan.

Mereka beranggapan membeli kripto saat harganya rendah akan memberikan keuntungan di masa depan atau pada saat harganya meningkat.

Guru Besar bidang Ekonomi Syariah tersebut menjelaskan, pergerakan harga yang fluktuatif membuat aset kripto hanya menjadi alat spekulasi belaka. Hal ini tak ubahnya dengan permainan lotere yang menanti kesempatan untuk untung.

“Sulit sekali menjelaskan risiko kepada gambler yang lagi menang atau untung. Pengalaman pahit karena hilang segalanya karena berjudilah yang menjadi pelajaran berharga nantinya,” ujarnya.

Lebih jauh Dian memaparkan, sejumlah otoritas di dunia melarang kripto sebagai mata uang untuk transaksi. Kalaupun produk ini diizinkan, lebih sebagai komoditas yang diperjualbelikan.

Ia juga tidak setuju kripto merupakan sebuah investasi. Hal ini disebabkan, dalam kripto, tidak ada bisnis yang jelas tempat dananya berputar.

“Tidak ada yang bisa menjamin kripto bisa menjadi investasi masa depan dan mampu bertahan. Ekosistem kripto harus terbentuk terlebih dahulu agar bisa mendapatkan banyak dukungan (followers) agar aset kripto bisa diperdagangkan,” ujar Dian.

Sebagai akademisi yang mempelajari keuangan lebih dari 25 tahun, Dian mengaku akan sulit mempertaruhkan uang besar untuk dibelikan aset kripto. Ini disebabkan, banyak hal teknis pengambilan keputusan keuangan yang tidak bisa dijawab saat akan membeli aset kripto.

“Rule of the thumb dalam dunia keuangan adalah suatu keputusan keuangan yang diambil secara rasional haruslah mempertimbangkan banyak variabel dan informasi yang mendasarinya. Economics of information pun berlaku seperti asymmetric information, di mana moral hazard, adverse selection dan signaling,” jelasnya.

Karena itu, Dian hanya seorang pengambil risiko yang cocok bermain di aset kripto.

Ditegaskan, ada banyak hal yang perlu ditanyakan dalam diri saat akan memulai terjun di dunia kripto. Mempelajari mekanisme dengan benar, memiliki dana yang menganggur atau dana yang tidak dibutuhkan dalam jangka pendek, serta mempelajari siapa pengembang di balik aset kripto.

“Jangan bawa aset keluarga dalam hal ini untuk dipertaruhkan ke aset kripto,” tegas Prof. Dian.

Generasi Milenial

Salah satu kelompok yang ‘terjerumus’ dalam dunia kripto adalah generasi milenial. Generasi milenial dipandang lebih mudah menerima berbagai promosi kripto.

Dian menjelaskan, generasi milenial harus belajar banyak mengenai dasar-dasar atau logika dasar keuangan dan investasi sebelum memutuskan ikut berspekulasi di aset kripto. (rls/red)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *