oleh

Ruang Isolasi RSUD Cicalengka Overload. Pasien Covid 19 Dirujuk Ke RS Lain

SUMEDANGEKSPRES COM  – Kapasitas rumah sakit untuk Pasien Covid-19 di RSUD Cicalengka Kabupaten Bandung, mengalami overload. Akibatnya, beberapa pasien positif Covid-19 yang harus menjalani isolasi, dirujuk ke rumah sakit lain.

Direktur RSUD Cicalengka Dr H Yani Sumpena Muchtar SH MH Kes mengatakan dalam melakukan antisipasi pihaknya segera akan menambah 30 penambahan tempat tidur, saat ini baru ada penambahan sebanyak 20. Untuk itu dalam waktu dekat ada penambahan lagi 10.

“Saat ini kondisi pasien positif Covid 19 yang sedang dalam perawatan di seluruh ruangan yang ada sudah penuh,” terang Yani, belum lamq ini.

Dijelaskan, RSUD Cicalengka terus melakukan komunikasi dengan rumah sakit lain diantaranya RS AMC, RS Santosa sebagai antisipasi jika nantinya ada pasien darurat akan segera di rujuk.

“Pasien positif Covid-19 di IGD yang masuk daftar antri ada 5 orang dan belum mendapatkan ruang perawatan khusus pasien positif Covid-19. Namun, saat ini sedang mengatur ruangan dan terus berkomunikasi dengan rumah sakit lain,” terangnya lagi.

Yani menjelaskan, terlalu banyaknya pasien yang terpapar positif Covid-19 bahkan membuat RSUD Cicalengka harus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit lain agar tidak terjadi penumpukan.

Dia mengaku, untuk saat ini akan dilakukan penambahan tempat tidur bagi pasien yang positif Covid-19.

“Hari ini kita ada tambahan 20 (tempat tidur), tapi kita usahakan jadi 25,” ucap Yani

Yani menjelaskan, setelah dilakukan penambahan tempat tidur, RSUD Cicalengka berencana menambahkan kembali jumlah tempat tidur.

“Kita akan menambahkan lagi 10 (tempat tidur). Mudah-mudahan bisa jadi 35 atau 32,” ujarnya.

Ia mengaku, untuk melakukan penambahan ruang isolasi bagi pasien positif Covid-19 cukup sulit.

“Memang untuk menambah ruang isolasi tidak semudah ruangan biasa, karena ada syarat ruangan. Tempatnya harus sesuai dengan syarat sebuah ruang isolasi. Jadi kita harus persiapkan tekanan udara dan lain sebagainya,” tutup Yani. (kos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *