oleh

Potensi Unggas Hias di Sumedang, Harga Bisa Mencapai Puluhan Juta

SUMEKS, Kota – Kabupaten Sumedang merupakan daerah dengan sumber daya alam yang besar. Tidak hanya pertanian, Sumedang juga memiliki potensi peternakan yang besar.

Selain itu, potensi peternakan atau Breeding Animal Unggas hias di Kabupaten Sumedang perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Karena, animal unggas juga memiliki potensi cukup besar untuk meningkatkan ekonomi.

Salah seorang peternak unggas hias, pemilik Ners Farm, Krisna, mengungkapkan, Breeding Animal Unggas Hias di Sumedang berpotensi besar. Breeding Animal adalah Beternak dalam arti sempit yang hanya menitikberatkan pada usaha mengatur perkembangbiakan seperti mengatur perkawinan, pemilihan bibit, menjaga kemandulan dan kebuntingan serta kelahiran.

“Sumedang ini sangat cocok untuk dijadikan tempat Breeding Animal Unggas hias. Sumber daya alamnya, cuacanya, situasi dan kondisinya memang sangat cocok,” ujarnya kepada Sumeks, Minggu (12/9).

Krisna juga menerangkan saat ini dirinya memiliki beberapa jenis unggas hias yang sedang dibreedind. Dari mulai unggas asli milik Indonesia sampai unggas yang berasal dari negara lain.

“Yang saat ini sedang saya breeding adalah Ayam Brahma, 4 jenis Ringneck Pheasant Merah, Hijau, Blue dan Putih, Sultan, Cemani lidah abu, Dong Tao, Bantam Cochin, Batik Italy, Modern Game Bantam, dan 2 jenis Puyuh Hias. Yakni Puyuh Batu dan Puyuh Bob White,” ungkapnya.

Breeding unggas hias menurutnya tidak terlalu sulit, dengan pakan yang sama dengan unggas lain tetapi memiliki harga yang jauh lebih tinggi daripada unggas biasa. Sehingga hal itu merupakan peluang bagus dalam sudut pandang bisnis.

“Pakan unggas hias itu sebenarnya sama dengan unggas lain, tapi harganya jauh lebih tinggi dari unggas lain. Yang paling mahal bisa sampai 20 jutaan,” paparnya.

Krisna menambahkan untuk pemasarannya dirinya mengandalkan platform digital Facebook untuk menjual Hewan dan Telurnya. Serta memanfaatkan e-comerce seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak dan lain sebagainya untuk menjual telur unggas hias.

“Saya kalo jual hewannya biasanya di FB, upload di grup-grup pecinta unggas hias. Kalo untuk jual di e-comerce saya hanya menjual telurnya karena di e-comerce masih tidak bisa menjual hewan. Orderan sampai saat ini alhamdulillah ada terus,” ungkapnya.

Sementara itu, Krisna mengklaim, bahwa Sumedang belum berpotensi besar jika dijadikan pasar karena peminat unggas hias masih belum terlalu banyak. Target pasar Krisna saat ini kebanyakan dari luar kota.

“Kebanyakan konsumen saya itu dari luar kota, karena di Sumedang belum terlalu banyak peminatnya. Saya biasa kirim ke Jawa, kemarin saya baru kirim ke malang,” tuturnya. (Mg1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *