oleh

BI Jalin Kerjasama dengan Pemda Sumedang dalam Akselerasi Ekonomi Keuangan Digital

Mendukung Pemulihan Ekonomi dan
Stabilisasi Harga Menuju Sumedang “Smart City”

SUMEKS, Kota – Dalam rangka pemulihan ekonomi, Pemerintah Kabupaten Sumedang, melakukan kerjasama dengan Bank Indonesia Jawa Barat.

Kerjasama tersebut dijalin berupa percepatan digitalisasi untuk peningkatan daya saing dan pemberdayaan ekonomi. Diantaranya pengendalian inflasi bagi kesejahteraan masyarakat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Herwanto mengatakan, kerjasama tersebut merupakan agenda High Level Meeting (HLM) dalam membahas berbagai isu strategis untuk mengoptimalkan momentum pemulihan ekonomi di Kabupaten Sumedang.

“Khususnya melalui percepatan digitalisasi secara holistik,” ujarnya usai melakukan HLM di Pendopo IPP Kabupaten Sumedang, Rabu (22/9).

Herwanto menerangkan, Kabupaten Sumedang merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan ibu kota provinsi, yakni Bandung.

Dan secara rata-rata, perekonomian Kabupaten Sumedang sendiri turut memberikan kontribusi terhadap PDRB Jawa Barat sebesar 1,7%.

“Kontribusi ini berpotensi terus meningkat, didorong oleh sektor ekonomi utama pendorong pertumbuhan Sumedang. Yaitu sektor pariwisata, pertanian dan industri. Pada 2020, sebagaimana perekonomian Jawa Barat yang secara keseluruhan mengalami tekanan akibat pandemi, pertumbuhan ekonominya mengalami kontraksi sebesar -1,12% (yoy), jauh di bawah tahun sebelumnya yang mencapai 6,33% (yoy),” paparnya.

Namun saat ini, lanjut Herwanto, dengan didukung oleh kebijakan dynamic balancing dan kondisi kekebalan tubuh masyarakat yang mulai meningkat sejalan dengan percepatan vaksinasi, beberapa indikator pertumbuhan ekonomi Jawa Barat, termasuk Kabupaten Sumedang mengindikasikan adanya peningkatan.

Oleh sebab itu, untuk mengoptimalkan momentum pemulihan ekonomi tersebut, dalam kesempatan HLM, dirinya menyampaikan 5 Kunci Utama Pemulihan Ekonomi yang dilakukan bersama melalui sinergi pentahelix dengan pemerintah daerah, lembaga (otoritas), masyarakat, pelaku usaha, media massa dan akademisi.

“Kelima kunci utama tersebut adalah membangun positive mindset dan semangat sinergi, menjaga keberimbangan pasar, mendorong kinerja sisi supply khususnya pada sektor ekonomi utama, menghidupkan pariwisata secara terukur, menjaga kelancaran investasi, dan membangkitkan UMKM, mendorong daya beli masyarakat, serta percepatan digitalisasi ekonomi,” terangnya.

Sementara itu, terkait rekomendasi kelima, khususnya transformasi digital, menjadi langkah penting yang harus dilakukan secara terintegrasi, terstruktur dan massif.

“Transformasi digital dalam jangka pendek sangat relevan sebagai sebuah solusi di masa pandemi dan dalam jangka menengah panjang menjadi katalisator peningkatan daya saing serta pencapaian cita-cita untuk mewujudkan visi Jawa Barat sebagai provinsi digital,” ungkapnya.

Melihat kondisi saat ini, Herwanto menyebutkan jika Kabupaten Sumedang dikenal sebagai wilayah di Jawa Barat yang telah memanfaatkan teknologi digital. Baik dalam layanan akses publik, transaksi ekonomi dan keuangan serta transaksi pemerintah daerah.

“Kondisi tersebut telah menjadikan Kabupaten Sumedang dijuluki sebagai Wajah Terbaik Digital West Java,” sebut Herwanto.

Dengan demikian, agar proses transformasi digital tersebut dapat memberikan dukungan secara optimal terhadap upaya pemulihan dan pengembangan ekonomi serta pengendalian inflasi di Kabupaten Sumedang, Herawanto menyampaikan sejumlah rekomendasi.

Diantaranya optimalisasi sektor pariwisata KEK Jatigede sebagai objek wisata unggulan dan icon percontohan pariwisata Sumedang yang mengusung pariwisata 4.0 dengan dukungan digitalisasi dari sisi promosi, reservasi dan kanal pembayaran digital, optimalisasi sektor industri unggulan berupa tekstil dan makanan melalui penerapan Internet of Things (IoT) heat censor dan pengembangan machine learning untuk mendukung proses produksi tekstil, implementasi digital farming di sektor pertanian, terutama produk uggulan seperti padi, jagung dan ubi jalar dengan menggunakan smart greenhouse, Internet of Things (IoT) untuk mendeteksi cuaca dan otomatisasi kegiatan pertanian melalui ponsel.

“Dalam pengembangan UMKM, digitalisasi sektor UMKM Sumedang dapat dilakukan melalui penggunaan big data analytic dan alat digital otomatis pembuat kemasan. Perluasan implementasi Sistem Gerai UMKM Terpadu (SIMADU) untuk digitalisasi pencatatan keuangan, dan peningkatan partisipasi UMKM ke pasar ekspor,” jelasnya.

Herwanto juga menambahkan, dengan adanya platform digital, UMKM Kabupaten Sumedang dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk pemasaran produk lebih luas lagi. Sementara dari sisi digitalisasi pembayaran di sektor pemerintah, Bank Indonesia menyampaikan rekomendasi upaya memperluas penerapan transaksi digital pada pajak dan retribusi daerah, melalui peningkatan jumlah kanal pembayaran digital dengan tetap menjamin keamanan data pembayar, serta menyusun data pencatatan secara terstruktur sebagai bahan tracking dan evaluasi, memperluas implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah pada sektor retribusi baru (antara lain pada retribusi jasa umum dengan jenis retribusi pelayanan pasar dan pengendalian menara telekomunikasi), dan optimalisasi integrasi sistem informasi Pemkab.

“Sumedang dengan sistem pembayaran BJB menggunakan Smart Billing, Virtual Account dan Agen Pembayaran sehingga nasabah dapat melakukan pembayaran pajak melalui kanal digital BJB.

Dalam kesempatan HLM tersebut, dilakukan juga penandatanganan MOU antara Pemkab Sumedang dengan Bank bjb tentang Transformasi Digitalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah dan tentang Layanan Elektronifikasi Transaksi Penerimaan Setoran Retribusi Daerah (E-Retribusi). Serta MOU antara Perumda BPR Bank Sumedang dengan Bank bjb Cabang Sumedang tentang Jasa Layanan Perbankan.

Diketahui juga, HLM tersebut dihadiri oleh Kepala Perwakilan BI Jawa Barat, Herawanto, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir beserta seluruh SKPD terkait, serta jajaran Pimpinan Bank bjb. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *