oleh

Vaksinasi SMAN Cicalengka Capai 90 Persen

SUMEDANGEKSPRES.COM, Cicalengka – Sudah hampir dua tahun dunia pendidikan di Indonesia melakukan pembelajaran secara daring. Tak terkecuali di Sekolah SMAN Cicalengka, Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung.

Seiring berjalannya waktu, pandemi Covid 19 mereda dan PPKM level 4 turun, secara otomatis kasusnya pun jadi mulai menurun.

Pemerintah membolehkan sekolah melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan ketentuan di daerah masing-masing.

Kepala Sekolah SMAN Cicalengka, Caswanda melalui Wakasek Bidang Kehumasan Tedi Gunawan menjelaskan penyelenggaraan vaksinasi di SMAN Cicalengka tahap ini dalam rangka mensukseskan program pemerintah.

“Mudah-mudahan dengan upaya dari sekolah dan masyarakat melalui kegiatan vaksinasi ini PPKM dapat turun ke level berikutnya. Sehingga, siswa dapat melaksanakan pembelajaran secara langsung,” ujarnya saat ditemui Banteks disela-sela kegiatan vaksinasi tahap 1 di halaman Sekolah SMAN Cicalengka, Selasa (21/9).

Menurut Tedi, selama proses belajar secara daring selama ini menimbulkan kejenuhan pada siswa. Dan, pada prinsipnya anak- anak merindukan pembelajaran secara langsung.

Sekolah berharap sesuai himbauan tetap mematuhi prokes. Sehingga, yang dilakukan terkait PTM ini bisa berjalan lancar. Tidak terjadi penularan atau cluster baru yang terbentuk melalui lingkungan pendidikan.

“Dari target 1.265 jumlah siswa SMAN Cicalengka sudah 90 persen divaksin. Sisanya belum tervaksin dikarenakan adanya penyakit bawaan atau kendala medis dari masing-masing sehingga belum dapat melakukan vaksinasi,” terangnya.

Dari sisi sarana atau kelayakan untuk penyelenggaraan PTM Terbatas, SMAN Cicalengka sudah mempersiapkan sesuai dengan aturan yang diberlakukan oleh Pemerintah.

“Dari semua persyaratan yang dipersyaratkan oleh pemerintah sebagai syarat melaksanakan PTM maka dengan terselenggaranya vaksinasi ke 1 ini warga SMAN Cicalengka siap untuk melaksanakan PTM,” lanjut Tedi.

Dia berharap kasus covid 19 ini terus menurun dan PTM bisa dilaksanakan 100 persen. “Vaksinasi dilaksanakan saat PTM sedang berhenti. Jadi tidak sampai mengganggu,” tuturnya. (kos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *