oleh

Thoriqoh Dorong Bank Pemerintah Bantu Ekonomi Masyarakat

BANDUNG – Anggota DPRD Jabar dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Hj. Thoriqoh Nashrullah Fitriyah, S. T., ME., Sy berharap kepada pemerintah agar mulai membuka kran program pelatihan usaha. Hal itu disampaikan Thoriqoh saat diwawancarai wartawan Bandung Timur Ekspres (Grup Sumedang Ekspres) di Soreang, Senin (29/11).

Menurutnya, masyarakat saat ini butuh bantuan pemerintah baik dari sisi pelatihan kewirausahaan ataupun permodalan.

“Saya sampaikan bahwa pemerintah harus segera memberikan bantuan kepada masyarakat. Bantuan yang dikucurkan untuk masyarakat itu, antara lain bisa berupa pelatihan tata cara berwira usaha serta memberikan dana bantuan permodalan,” terang anggota Komisi III DPRD Jabar ini.

 

BACA JUGA: Pengangkatan Direksi BUMD Diusulkan Melalui Fit and Proper Test di DPRD

Dia mengatakan, masyarakat memang sangat membutuhkan jalan usaha. Sebagai anggota dewan, pihaknya yang kerap menerima aspirasi dari masyarakat khususnya bidang perekonomian.

Diakuinya, banyak masyarakat mengeluhkan keadaan ekonomi saat sekarang. Apalagi masa pandemi Covid 19 membuat seluruh sektor ekonomi masyarakat kian merosot.

“Ini kan keluhan warga yang rata-rata dari mereka itu berharap bantuan untuk keberlangsungan ekonomi mereka,” kata Thoriqoh.

Bahkan, katanya, dalam reses di salah satu titik di Kabupaten Bandung, belum lama ini, pihaknya menerima aspirasi terkait dengan perekonomian masyarakat yang kian terpuruk.

Di masa pandemi covid-19, menurut Thoriqoh, memang dari pemerintah ada Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan bantuan sosial lainnya.

Namun, lanjutnya, bantuan untuk masyarakat itu tidak meng-cover kebutuhan warga secara keseluruhan. Itu hanya bagi warga yang terdata saja. Lalu bagaimana dengan warga yang tidak terdata sebagai penerima bantuan. Nah inilah permasalahan yang selama ini belum diketahui legislatif.

“Saya berharap pemerintah membuka kran untuk program pelatihan usaha untuk masyarakat. Selain itu pemerintah juga harus memberikan sejumlah pelatihan-pelatihan tentang bagaimana cara, serta memberikan dana bantuan kepada masyarakat,” tandasnya.

Bantuan untuk masyarakat bisa saja dialokasikan dari anggaran pemerintah provinsi ataupun dari penyaluran bantuan dari perbankan.

“Seperti halnya bank bjb itu kan harus jelas dalam pemberian bantuan untuk pelaku usaha. Kita akan turut menyoroti penyaluran bantuan itu. Sehingga bjb jelas kita akan dorong agar pemberian bantuan permodalan itu bisa disalurkan sebaik-baiknya dan tepat sasaran,” tegas Thoriqoh. (adv/aph)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *