Penyakit DBD Menyerang Warga Buahdua

Penyakit DBD Menyerang Warga Buahdua
(Net/Ilustrasi)
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES.COM, Buahdua – Penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kecamatan Buahdua terus berlanjut. Semula, hanya terjadi di Dusun Ciranten Desa Buahdua, kini telah menyebar ke wilayah desa lain.

Banyak warga terkena penyakit DBD dan harus dirawat di PKM Buahdua dan Hariang. Bahkan, ada yang dirujuk ke RSUD Sumedang.

“Memang benar, kini penyebaran DBD tidak hanya menyerang warga Desa Buahdua, tapi juga menyerang ke sejumlah warga di desa lain di lingkup Kecamatan Buahdua. Meski yang terserang tidak sampai korban meninggal, tapi jumlahnya selalu ada yang masuk ke rawat inap PKM Buahdua, bahkan sampai di rujuk ke RSUD Sumedang,” ujar salah seorang perawat yang tidak mau disebutkan namanya di PKM Buahdua, Kamis (23/12).

Baca Juga:SMPN 3 Cimalaka Siap Laksanakan PTMT 50 PersenBangga, Kampung KB Citra Mewakili Perlombaan di Tingkat Provinsi

Hal ini juga diakui Kepala Desa Hariang Karma Adi Suryana. Menurutnya, sejumlah warga desa Hariang terkena DBD dan juga chikungunya pada beberapa pekan lalu. Semuanya telah dirawat dan diobati.

Namun kini, lanjut dia, masih ada juga warga yang terserang penyakit DBD.

“Kami sudah melakukan kegiatan menggerakkan masyarakat untuk membasmi nyamuk penyebar DBD dan Chikungunya dengan cara melakukan 3 M. Terutama di dusun Curug yang pertama munculnya wabah tersebut. Namun, anehnya hingga kini nyamuk tersebut masih terus menyebar,” terangnya.

Sementara itu, Kepala PKM UPT Puskesmas Buahdua dr Dewi menjelaskan, penyakit DBD meningkat saat terjadinya pergantian musim. Seperti pergantian musim hujan ke musim kemarau atau pancaroba.

“Untuk memberantasnya kita harus bekerjasama, tidak hanya petugas dari PKM, tetapi juga seluruh warga masyarakat dengan memastikan lingkungan rumah bebas dari sarang nyamuk,” tandasnya saat dikonfirmasi melalui seluler.

Selain itu juga, kata Dewi, pihaknya dan pemerintahan desa terus melakukan gerakan pemberantasan nyamuk DBD serta sosialisasi PSN dan 3M plus. Dan juga melakukan pendataan, pemantauan, epidemiologi oleh petugas.

“Insya Allah dengan bekerjasama dan bergandeng tangan, penyebaran nyamuk DBD tidak akan lagi terjadi,” tuntasnya. (atp)

0 Komentar