Doa Khatam Al-quran

Doa Khatam Al-quran
Ilustrasi orang membaca al-qur'an (99.co)
0 Komentar

sumedangekspres – Membaca Al-qur’an adalah salah satu amalan di bulan Ramadhan yang baik.  Setelah selesai membaca al-qur’an dianjurkan membaca doa khatam Quran sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para ulama terdahulu.

Sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadist berikut :

وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ

Artinya: “Jibril menemuinya pada tiap malam malam bulan Ramadhan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Quran bersamanya. (H.R. Bukhari No. 3220).

Setelah khatamkan Quran selama bulan Ramadhan ada amalan doa yang dianjurkan untuk dibaca.

Baca Juga:Do’a Kamilin Dibaca Setelah Shalat Tarawih SelesaiAmalan Dzikir Bulan Ramadhan, Mendapat Pahala Tinggi

Tetapi sejumlah ulama mengatakan tidak menemukan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang  menjelaskan tentang bacaan doa khatam alquran. Bahkan dari para sahabat pun tak ada riwayat yang mengajarkan doa khatam Quran.

Tetapi Hudzfah menceritakan, suatu ketika saat dia sholat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, setelahnya Rasulullah membaca Al Quran.

Lalu setelah membaca Al Quran Rasulullah SAW membaca doa yang kemudian disebut sebagai doa khatam Quran. Bacaannya do’anya adalah sebagai berikut. Dilansir dari setik.com

اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لِي إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًى وَرَحْمَةً، اللَّهُمَّ ذَكِّرْنِي مِنْهُ مَا نُسِّيتُ وَعَلِّمْنِي مِنْهُ مَا جَهِلْتُ وَارْزُقْنِي تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لِي حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

Allhummarhamni bilquran. Waj’alhu lii imaman wa nuran wa hudan wa rohmah. Allhumma dzakkirni minhu maa nasiitu wa ‘allimnii minhu maa jahiltu warzuqnii tilawatahu aana-allaili wa’atrofannahaar waj’alhu li hujatan ya rabbal ‘alamin.

Artinya :

“Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-quran. Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku atas apa yang terlupakan darinya. Ajarilah aku atas apa yang belum tahu darinya. Berikanlah aku kemampuan membacanya sepanjang malam dan ujung siang. Jadikanlah ia sebagai pembelaku, wahai tuhan semesta alam.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Manshur al-Muzhaffar ibn al-Husain al-Dhahak dalam al-Syama’il. Keduanya dari jalur Abu Dzar al-Harawi dari riwayat Dawud ibn Qais. Namun status hadisnya mu’dhal, yakni pada sanadnya ada dua rawi yang jatuh (terputus) secara berurutan. Sehingga hadits ini termasuk dengan sanad lemah.

Meskipun begitu sejumlah ulama memperbolehkan doa ini sesekali dibaca setelah mengkhatamkan Quran. (Cr2)

0 Komentar