Perubahan Sidang Skripsi, Penguji Bisa Nilai Psikologis Mahasiswa

Editor:

sumedang, KOTA – Adanya metode perubahan Sidang Skripsi yang diselenggarakan Program Studi (Prodi) S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dari Daring menjadi Luring di Kampus UPI Sumedang mendapat tanggapan dari Dosen tim penguji di luar Prodi PGSD UPI Kampus Sumedang. Dia adalah Ketua Prodi PGSD Pendidikan Jasmani (Penjas) UPI Kampus Sumedang Prof Dr Ayi Suherman MPd.

 

Dia menggambarkan, pengujian PGSD yang sekarang ada perubahan. Ada perubahan terutama perubahan ketika musim covid 19 yang selalu daring, sekarang sudah kembali lagi secara luring. Sehingga, kewajaran pengujian itu bisa didapatkan, bisa bertatap muka, bisa melihat bagaimana mahasiswa menjawab dengan disaksikan langsung, bisa juga memperlihatkan kondisi mimik muka mahasiswa apakah mahasiswa itu ketawa, apa senyum, apa mahasiswa itu kurang cakap itu bisa dilihat.

 

“Atau bisa diamati oleh penguji dan yang dilihat oleh penguji itu, pengujian itu tidak hanya materi, akan tetapi juga bagaimana sikap para mahasiswa teruji, khususnya di dalam memberikan jawaban-jawaban. Itu perubahan yang pertama yang saya rasakan. Ini jadi lebih pada kewajaran sebagai pengujian seperti halnya biasa untuk memperoleh kompetensi mahasiswa,” katanya kepada Sumeks, Senin (25/7),

 

Kedua, lanjut Prof Ayi, mahasiswa yang sekarang itu orientasinya sudah bagus. Dimana materinya itu yang awalnya kalau PGSD itu Penelitian Tindak Kelas (PTK) dengan orientasinya biasanya sekolah di pembelajaran di Sekolah Dasar (SD).

 

Baca juga: Pemilih Pilkades Diisolasi dan Tak Diizinkan Bawa Handphone

 

“Sekarang itu tidak, maksudnya  pengetahuanya sudah lebih luas. Antara lain, mereka telah membaca stasi-stasi, penelitian yang beragam. Artinya adalah studi babyometrik itu sebuah kemajuan di PGSD. Sehingga, tidak lagi kalau dulu dicapnya itu penelitian di PGSD pasti PTK. Uekarang tidak lagi, sudah beragam ada deskriptifnya, ada penelitian eksperimennya. Ini yang sangat menggembirakan, khususnya bagi saya sebagai penguji luar, penguji di luar Prodi,” katanya

 

Dia menjelaskan, dalam hal pengujian ini sudah membagi tugas bahwa Ketua Prodi minimal yang diundang dari luar prodinya supaya ada validasi. Validasi itu maksudnya bisa melihat dengan disaksikan langsung bagaimana kemajuan-kemajuan yang telah diperoleh mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhirnya.

 

“Sehingga, kita bisa simpulkan mahasiswa dari segi riset, dari segi tugas akhir, sudah ada kemajuan yang sangat menggembirakan. Itu dua hal yang saya rasakan dan yang saya amati dalam pengujian Sidang Skripsi Prodi S1 PGSD UPI Kampus Sumedang di tahun 2022, khususnya kita kembali lagi ke era new normal. Tidak lagi skripsi diujinya melalui daring tetapi langsung secara luring,” katanya.

 

Terkait penilaian perbedaan sidang skripsi secara Daring dan Luring

Prof Ayi menuturkan, sudah jelas kalau diihat dari pelaksanaannya memang praktisnya secara daring. Namun, kalau melihat penilaian yang bersifat kompre artinya kompresif menyeluruh, penilaian itu tidak hanya penguasaan materi, tapi juga secara psikologis.

 

“Bagaimana mahasiswa kalau saat ujian, ada psikologisnya ada tantangannya, ada motivasinya dan ada kekhawatiran. Itu bisa terlihat bagaimana percaya diri mahasiswa menghadapi berbagai pertanyaan dari masing-masing penguji khususnya. Shingga, saya bisa menyimpulkan bahwa kalau pengujian dilaksanakan secara luring itu akan lebih baik, bagaimanapun akan lebih baik karena alasannya adalah kita bisa melihat secara menyeluruh sifatnya penilaian yang bersifat komprehensif. Tidak selalu hanya penguasaan materi, tetapi juga dari segi psikologisnya juga bisa dinilai,” katanya. (ahm/adv)

 

Baca juga: Platform Merdeka Mengajar, Kembangkan Diri untuk Menginspirasi dan Mengajar Lebih Baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *