Inilah Doa Hari Kamis, Waktu Semua Amalan Manusia Selama 1 Minggu Dicatat Serta Dilaporkan Kepada Allah SWT

Editor:

sumedangekspres – Hadist membunyikan, bahwa amalan manusia dilaporkan jika doa pada hari Kamis.

Lantaran pada hari Kamis malam manusia akan dicatat lalu dilaporkan kepada Allah SWT, maka dari itu doa pada hari tersebut adalah yang istimewa.

Maka dari itu, umat Islam disunnahkan untuk melakukan puasa pada hari tersebut.

Berikut adalah hadist yang diwirayatkan oleh Abu Zaid yaitu:

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ تَصُومُ حَتَّى لاَ تَكَادَ تُفْطِرُ وَتُفْطِرُ حَتَّى لاَ تَكَادَ أَنْ تَصُومَ إِلاَّ يَوْمَيْنِ إِنْ دَخَلاَ فِى صِيَامِكَ وَإِلاَّ صُمْتَهُمَا. قَالَ: أَىُّ يَوْمَيْنِ قُلْتُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ. قَالَ: ذَانِكَ يَوْمَانِ تُعْرَضُ فِيهِمَا الأَعْمَالُ عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ‎

Artinya: “Aku berkata pada Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Wahai Rasulullah, engkau terlihat berpuasa sampai-sampai dikira tidak ada waktu bagimu untuk tidak puasa. Engkau juga terlihat tidak puasa, sampai-sampai dikira engkau tidak pernah puasa. Kecuali dua hari yang engkau bertemu dengannya dan berpuasa ketika itu.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa dua hari tersebut?” Usamah menjawab, “Senin dan Kamis.” Lalu beliau bersabda, “Dua hari tersebut adalah waktu dihadapkannya amalan pada Rabb semesta alam (pada Allah). Aku sangat suka ketika amalanku dihadapkan sedang aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. An Nasai).

Bacalah doa berikut yang pernah di baca oleh Sayyidah Fathimah supaya di hari Kamis anda penuh dengan berkah, diampuni dosa-dosa, dan engkau dijadikan Allah sebagai orang-orang yang bertakwa, dibawah ini adalah doanya.

Dibawah ini adalah doa hari Kamis yang dipanjatkan olehSayyidah Fatimah Az-Zahra, putri Rasulullah SAW:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالْتُقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى وَالعَمَلَ بِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ قُوَّتِكَ لِضَعْفِنَا وَمِنْ غِنَاكَ لِفَقْرِنَا وَفَاقَتِنَا وَمِنْ حِلْمِكَ وَعِلْمِكَ لِجَهْلِنَا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَأعِنَّا عَلَى شُكْرِكَ وَذِكْرِكَ وَطَاعَتِكَ وَعِبَادَتِكَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ‎

Allahuma innii’ as aluka hudaa wattuqaa wal’afaafa wa ghinaa wal’amala bima tuhibbu wathardaa, allahumma innii.as aluka mon quwwatika lidha’finaa, wamin hilmika wa’ilmika li jahlinaa, allahumma shalli’alaa muhammadin wa’aali muhamadin, wa’ainnaa ‘alaa syukrika wa dzikrika, wa thaa’atika wa’ibaadatika, birahmatima yaa arhamar raahimiin

Artinya: “Ya Allah aku memohon petunjuk pada-Mu dan kehormatan dan kekayaan serta beramal sesuai dengan ala yang Engkau cintai dan ridhai. Ya Allah aku memohon kekuatan dari-Mu karena kelemahan kami, kekayaan dari-Mu karena kefakiran dan kepapaan kami. Ya Allah sampikanlah shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya dan bantulah kami supaya dapat bersyukur dan berzikir pada-Mu, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih di antara yang mengasihi.” (Pkl2/Nina)

Sumber: radarcirebon.disway.id

Baca juga: Kemajuan Agama Islam pada Masa Bani Abbasiyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.