Jaga Citarum dengan Kekuatan Pentahelix, Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan

Editor:

sumedangekspres, BANDUNG – Satgas Citarum Harum mendapat apresiasi dari dunia internasional pada KTT Iklim COP 26 2021 lalu. Mereka berhasil menangani permasalahan di sungai tersebut dengan melibatkan semua elemen.

 

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut, pentahelix atau kolaborasi sinergis menjadi kunci dan kekuatan program Citarum Harum Juara.

 

“Kita diapresiasi karena organisasi dan kolaborasinya. Permasalahan Citarum ini kompleks. Sebab, melibatkan 13 kabupaten/kota dan mencakup 18 juta penduduk,” kata Ridwan Kamil beberapa waktu lalu.

 

Pada April lalu, Ridwan Kamil sekaligus Komandan Satgas Citarum Harum menggelar rapat koordinasi evaluasi tahunan di Bandung. Hadir semua elemen mulai dari kalangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kodam III/Siliwangi, Polda Jabar, tim ahli Satgas Citarum dan komunitas pecinta lingkungan.

 

Pada pertengahan tahun ini, Satgas Citarum Harum merilis status Indeks Kualitas Air (IKA) masih dalam kondisi cemar ringan sebesar 50,13 poin. Hasil tersebut menjadi lompatan signifikan dibandingkan sebelumnya dengan status cemar berat sebesar 33,43 poin.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat Prima Mayaningtias menambahkan, pentahelix melibatkan unsur pemerintah, baik daerah, provinsi maupun pusat, akademisi, industri, komunitas, dan media.

 

Sebagai ajang refleksi pencapaian penanganan sungai ini sekaligus memperkuat jalinan kolaborasi, Satgas Citarum Harus menggelar Jambore Pentahelix (Jampe). Kegiatan dipusatkan di tiga segmen. Yaitu segmen hilir, tengah dan hulu.

 

Pada Juli lalu, Satgas Citarum Harum menggelar Jampe di Taman Edukasi Sektor 20 di bawah Jembatan Pebayuran, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Kegiatan Jampe kedua rencananya akan digelar pada 14 September mendatang.

 

“Semua unsur seperti pada kegiatan Jampe di hilir, akan kami undang lagi. Kami akan menguatkan kolaborasi sekaligus melaporkan capaian progres Satgas Citarum Harum kepada seluruh stakeholder dan masyarakat,” katanya.

 

Satgas Citarum Harum pada 2022 ini telah menetapkan rencana aksi (renaksi) dengan 12 program unggulan. Sejauh ini, delapan dari target 12 program unggulan telah berhasil dicapai dengan baik.

 

Kedelapan renaksi yang berhasil dicapai melebihi target yakni penanganan lahan kritis, penanganan limbah peternakan, penanganan keramba jaring apung (KJA), pengelolaan sumber daya air dan pariwisata, edukasi dan pemberdayaan masyarakat, riset dan pengembangan, pengelolaan datin dan humas.

 

Sementara dari hasil evaluasi, empat capaian program unggulan perlu percepatan yakni program penanganan air limbah domestik, pengelolaan persampahan, penanganan limbah industri, dan pengendalian pemanfaatan ruang.

Prima mengatakan, menjaga kualitas air menjadi pekerjaan besar bagi Satgas Citarum Harum. Apalagi, industri kini sudah mulai beroperasi lagi. Ia mengakui, aktivitas industri yang menurun selama pandemi ternyata dampaknya cukup signifikan.

 

“Contohnya program pengendalian limbah domestik dan industri yang di awal kita tahu hasil analisa bahwa 60% itu kontribusi sampah domestik terhadap kualitas air,” katanya.

 

Pihaknya akan terus melakukan evaluasi kegiatan di tengah keterbatasan anggaran. Selain itu terus melakukan upaya penyadaran masyarakat maupun pelaku industri agar sama-sama menjaga Sungai Citarum. (and/adv)

 

Baca juga: Subsidi My Pertamina Harus Adil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *