Bantuan Ternak Belum Ideal Dongkrak Perekonomian

Editor:

sumedang, SITURAJA – Bantuan ternak dari pemerintah belum mencapai target ideal untuk mendongkrak perekonomian.

 

Untuk saat ini tengah gencarnya pengadaan ternak di setiap desa yang bersumber dari dana desa (DD). Rata-rata setiap desanya menganggarkan Rp 100 juta sampai Rp 120 juta untuk pengadaan ternak domba.

 

Rata-rata di wilayah Darmaraja itu membeli domba dari dana desa sebanyak 40 sampai 50 ekor. Dan, dibagikan kepada masyarakat yang tergabung dalam satu kelompok sebanyak dua sampai tiga ekor per orangnya.

 

“Jumlah bantuan ternak dari pemerintah, memang belum mencapai jumlah ideal untuk mendongkrak perekonomian masyarakat,” kata Kepala UPTD Peternakan dan Perikanan wilayah Situraja, Cisitu dan Darmaraja, drh. Yuli Jajuli di kantornya, Kamis (22/9).

 

Dalam hal ini, kata dia, dalam upaya mendongkrak perekonomian masyarakat untuk ternak sapi itu minimal harus memiliki 6 sampai 8 ekor sapi per kepala keluarga peternak. Dan, 18 sampai 20 ekor ternak domba per kepala keluarga.

 

“Memang kalau dari jumlah ideal  saat ini masih jauh untuk bisa mendongkrak perekonomian masyarakat,” katanya.

 

Oleh sebab itu, untuk bantuan ternak saat ini, butuh proses pengembangan agar bisa mencapai target perekonomian. Untuk 6 bulan pertama ini, penerima bantuan ternak cukup fokus kepada keutuhan ternak domba saja. Enam bulan kedua baru merambah kepada target pengembang biakan, minimalnya sudah ada yang hamil atau melahirkan.

 

“Semuanya butuh proses, dari bantuan tiga ekor peternak itu harus bisa mengembangkannya sampai minimal 18 ekor. Kalau itu bisa tercapai, tingkat perekonomian akan mulai merangkak naik, tinggal bagaimana cara peternak memanajemennya,” jelasnya.

 

Dia menuturkan, untuk menjadi peternak perlu ada keseriusan, minimalnya memperhatikan kualitas pakan yang diberikan. Karena, dengan pemberian pakan yang baik maka produktifitas ternak juga akan baik.

 

“Ya intinya peternak harus seriua dalam pemeliharaan, kita selaku pihak UPTD selalu memberikan pelayanan untuk kesehatan hewannya, melalui vaksin dan suntik IB untuk membantu perekembang biakannya,” katanya. (eri)

 

Baca juga: Bawaslu Sumedang Berharap Adanya Keterlibatan Anak Muda pada Pengawasan Pemilu 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.