Sukajaya Gelar Penyaluran Bansos

Editor:

sumedang, KOTA – Kegiatan penyaluran tiga bantuan sosial (Bansos) kepada 1054 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dilaksanakan Rabu (23/11) di Aula Kantor Desa Sukajaya Kecamatan Sumedang Selatan berjalan aman dan lancar.

 

Kegiatan penyaluran Bantuan sosial ini dimonitoring langsung Kepala Desa Sukajaya Sukana.

 

Dalam kesempatan ini, Sukana menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan penyaluran bansos dari tiga item. Yaitu Bantuan Langsung Tunai Subsidi BBM, sembako dan bantuan bagi penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

 

“Alhamdulillah pada hari ini di Aula Kantor Desa dilaksanakan penyaluran Bansos dari tiga item. Yaitu Bantuan Langsung Tunai Subsidi BBM, sembako dan juga bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang mana dari tiga item ini di jadikan satu paket,” katanya.

 

Dia menuturkan, bansos bagi warga masyarakat Desa Sukajaya semuanya disalurkan berupa uang tunai dengan jumlah penerima sebanyak 1054 KPM.

 

Untuk BLT yang bersumber dari anggaran Dana Desa (BLT DD) Sukana menyampaikan, tahun 2022 ini untuk BLT DD di Desa Sukajaya, dari jumlah kuota itu tidak ada perubahan masih tetap 136 KPM. Namun, untuk KPM di tengah-tengah perjalanan memang ada perubahan.

 

“Dan itu dilakukan melalui musyawarah Pemerintah Desa bersama BPD dan para Ketua RT dan RW setempat yang dipandang wilayahnya cukup layak ada perubahan KPM untuk penerima penyaluran BLT DD,” katanya.

 

Terkait dengan adanya wacana BLT DD tahun 2023 maksimal 25 persen, Sukana mengatakan sebenarnya bagi Pemerintahan Desa Sukajaya, dengan adanya BLT DD bagi masyarakat itu jadi sebuah dilema. Karena, seyogyanya anggaran dari Dana Desa itu adalah untuk pembangunan, baik itu pembangunan infrastruktur (fisik) dan pembangunan sumber daya manusia, terutama pembangunan fisik.

 

“Dimana seharusnya untuk  tahun depan itu kita alokasikan untuk pembangunan fisik, dan ternyata sekarang harus kembali dialokasikan untuk BLT DD. Karena bagaimanapun yang namanya bantuan uang tunai itu akan cepat habis. Yerus diwilayah kami juga banyak pekerjaan-pekerjaan pembangunan fisik yang tertunda semestinya segera terealisasi namun terhambat dengan keterbatasan anggaran. Karena, adanya pengalihan anggaran ke BLT DD. Jadi masih ada pembangunan – pembangunan yang tertunda yang seharusnya sudah bisa dilaksanakan,” katanya.

 

Dia berharap, kedepanny dirinya memohon untuk pemerintah kabupaten, provinsi dan  Pemerintah Pusat untuk mengkaji ulang dari segi pemanfaatan terkait manfaat pemberian BLT DD. Apakah benar benar pemberian BLT DD bisa mengurangi kemiskinan dan membantu masyarakat untuk meningkatkan perkonomian keluarganya.

 

:Selama ini yang kami lihat BLT DD ini jadi bantuan yang diandalkan oleh masyarakat sebagai ladang pemasukan. Padahal kan yang namanya bantuannya harusnya stimulan, sedangkan yang terjadi sekarang di masyarakat, BLT DD itu menjadi penghasilan utama. Jadi itulah yang perlu dikaji ulang oleh semua pihak,” tutupnya. (ahm)

 

Baca juga: Tiga Pelajar Dibacok Orang Tak Dikenal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *