Peran Kader Sangat Penting dalam Mengedukasi Masyarakat untuk Meningkatkan Kualitas Kesehatan

Peran Kader Sangat Penting dalam Mengedukasi Masyarakat untuk Meningkatkan Kualitas Kesehatan (FOTO: ISTIMEWA)
Peran Kader Sangat Penting dalam Mengedukasi Masyarakat untuk Meningkatkan Kualitas Kesehatan (FOTO: ISTIMEWA)
0 Komentar

Workshop Terkait Hoaks
Pelatihan KAP dilanjutkan dengan workshop dan penjelasan modul kebal hoaks oleh ICT Watch yang diwakilkan Savero Karamiveta Dwipayana didampingi Mohammad Alief Iqra, Spesialis Program Portkesmas. “Klarifikasi hoaks dapat memakan waktu lebih lama. Proses memverifikasi informasi, mengumpulkan bukti, dan mengeluarkan pernyataan resmi memerlukan waktu yang cukup. Selain itu, hoaks mungkin sudah menyebar luas sebelum klarifikasi yang tepat diberikan. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam merespon secara efektif untuk menangkal efek dari hoaks tersebut,” ujar Ero panggilan akrab Savero Karamiveta Dwipayana.

Oleh karena itu, lanjutnya lebih baik kita menahan diri, tetap sabar, dan tenang sebelum meneruskan pesan. Bahkan lebih baik kalau kita bisa memverifikasi kebenaran informasi tersebut.

“Meskipun klarifikasi hoaks memang bisa lebih lambat, penting bagi kita sebagai individu untuk berperan dalam memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Periksa sumber informasi, mencari keberagaman pandangan, dan memverifikasi fakta sebelum membuat keputusan untuk membagikannya kepada orang lain,” kata Ero.

Baca Juga:Sumedang-Cina, Bahas Strategi Menarik InvestorSumedang Industrialpolis Punya Potensi Besar Untuk Menjadi Lokasi Produksi Perusahaan Mobil Cina

Hoaks, lanjut putra bungsu dari dua bersaudara ini, membutuhkan waktu yang sangat singkat untuk menyebar, sementara itu klarifikasinya sangat lambat bahkan bisa 10 kali lebih lambat untuk menyebar dibandingkan hoaks itu sendiri. Oleh karena itu lebih baik kita menahan diri, tetap sabar, dan tenang sebelum meneruskan pesan. Bahkan lebih baik kalau kita bisa memverifikasi kebenaran informasi tersebut.

Ero menjelaskan hoaks sering kali dirancang agar terlihat menarik dan menimbulkan kekhawatiran atau kontroversi, sehingga lebih mungkin dibagikan oleh pengguna media sosial. Ketika hoaks dibagikan, ia dapat dengan cepat menyebar ke banyak orang melalui jaringan sosial mereka.

“Kabar palsu sering kali dimaksudkan untuk memanipulasi emosi orang-orang, seperti rasa takut, kemarahan, atau kecemasan. Emosi ini dapat mendorong orang untuk segera membagikan hoaks tersebut tanpa memeriksa kebenarannya terlebih dahulu. Untuk itu tahan diri untuk menyebarkan informasi lakukan pengecekan kebenarannya,” ujar Ero.

Untuk mengecek kebenaran informasi kini sudah mudah. Alief menjelaskan hal itu bisa ditindaklanjuti misalnya dengan meneruskan pesan yang diduga hoaks kepada Whatsapp Bot Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dan alat bantu lainnya yang lengkapnya dapat dicek di https://s.id/cekhoaks.

0 Komentar