Kades Sukajaya Terpilih Ikuti Program KDMK Tahun 2026

Kades Sukajaya Terpilih Ikuti Program KDMK Tahun 2026
Kepala Desa Sukajaya, Sukana, S.M., M.M. berpoto di depan kampus Universitas Indonesia ( UI ) Depok Jawa Barat usai mengikuti kegiatan program Kepala Desa Masuk Kampus, baru- baru ini.
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Kepala Desa (Kades) Sukajaya Kecamatan Sumedang Selatan, Sukana, S.M., M.M. terpilih untuk turut serta dalam kegiatan Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) angkatan ke dua yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, bekerja sama dengan Universitas Indonesia, Kampus Depok, Sabtu (18/7).

Terpilihnya Kades Sukajaya merupakan bentuk pengakuan dari Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten Sumedang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang atas rekam jejak kinerja dan inovasi yang telah ditunjukkan oleh Kepala Desa Sukajaya dalam penyelenggaraan pemerintahan desa selama ini.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pemerintahan Desa Berdampak Tahun 2026, program ini diikuti oleh sebanyak 868 kepala desa dari seluruh penjuru Indonesia.

Baca Juga:MPLS SMAN 2 Cimalaka Tanamkan Karakter PancawaluyaPolsek Cimalaka Edukasi Siswa Taati Aturan Berkendara

Pelaksanaan kegiatan dibagi dalam dua angkatan, yaitu angkatan pertama dimulai tanggal 29 Juni – 2 Juli 2026 diikuti 434 Kepala Desa dan angkatan kedua dimulai tanggal 13 juli – 16 Juli 2026 diikuti 434 Kepala Desa.

Saat ditemui ditempat kerjanya, Kades Sukajaya, Sukana menyampaikan, bahwa mengikuti Program KDMK Angkatan II di Universitas Indonesia (UI), ini menjadi bagian momentum penting untuk dirinya selaku kepala desa banyak ilmu dan pembekalan yang dia dapatkan.

Ia mengungkapkan, selama empat hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi strategis dari akademisi (Dosen- dosen) Universitas Indonesia dan narasumber Kementerian Dalam Negeri.

Materi yang diberikan meliputi governansi dan kepemimpinan strategis, tata kelola pemerintahan desa, manajemen informasi publik, perencanaan dan pengelolaan keuangan desa berbasis data, hilirisasi ekonomi desa, pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pemberdayaan masyarakat.” Serta penggalian potensi desa hingga inovasi sosial dan kemitraan desa,” ujarnya

Selain pembelajaran di kelas lanjut Kades, para peserta juga diminta menyusun rencana implementasi inovasi berbasis design thinking.

” Yang nantinya bisa diterapkan di desa masing-masing sebagai solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan desa,” ucapnya.

Menurutnya melalui program KDMK tersebut, para kepala desa banyak dibekali ilmu untuk meningkatkan kemampuan teknis administrasi pemerintahan, pengelolaan APBDes, tata kelola keuangan desa, kepemimpinan, hingga pengembangan kewirausahaan desa agar mampu menggali potensi di desanya dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

0 Komentar