SUMEDANGEKSPRES, JATINANGOR – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meminta pemilik truk tronton dan kendaraan bersumbu tiga tidak mengarahkan armadanya melintasi kawasan pendidikan Jatinangor. Kepadatan lalu lintas dan tingginya aktivitas masyarakat membuat keberadaan kendaraan besar dinilai meningkatkan risiko kecelakaan.
Dony mengatakan petugas Dinas Perhubungan dan Polres Sumedang telah mengarahkan kendaraan berat dari arah Sumedang untuk menggunakan Tol Cisumdawu melalui Gerbang Tol Pamulihan dan keluar melalui wilayah Cileunyi.
“Saya minta kepada pemilik kendaraan bersumbu tiga untuk mengarahkan pengemudinya masuk pintu tol Pamulihan dari arah Sumedang. Tidak lewat Tanjungsari dan Jatinangor. Ini untuk meminimalisir kecelakaan yang terjadi,” kata Dony, baru-baru ini kepada sumeks.
Baca Juga:Rumah Penerima Bansos Bakal Dipasangi StikerSambut Milangkala ke-76 Tanjungkerta, Ibu-Ibu Antusias Ikuti Senam Bersama
Menurut dia, potensi bahaya semakin besar apabila kendaraan besar masuk ke kawasan Tanjungsari hingga Jatinangor yang merupakan kawasan pendidikan dengan mobilitas kendaraan tinggi.
Karena itu, Dony meminta pemilik kendaraan meningkatkan kesadaran dan tetap menggunakan jalan tol meski tidak sedang ada petugas yang melakukan pengawasan.
“Saya minta dengan kesadaran, ada atau tidak adanya petugas, masuk ke jalan tol. Mencegah lebih baik,” ujarnya.
Dony mengatakan kewenangan pengaturan jalan nasional berada di Kementerian Perhubungan. Pemkab Sumedang telah meminta rekomendasi kepada pemerintah pusat agar pengaturan kendaraan berat tersebut memiliki landasan yang lebih kuat.
“Kami sudah minta rekomendasi ke Kementerian Perhubungan. Kalau pemiliknya sudah mengeluarkan rekomendasi, tentunya tindakannya akan semakin kuat lagi. Kami berinisiatif dengan Pak Kapolres menjaga jiwa masyarakat Sumedang, terutama wilayah pendidikan Jatinangor ini,” katanya.
Di sisi lain, penataan kawasan Jatinangor terus dilakukan. Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat menggelar pembersihan dan pengecatan kanstin di Jalan Nasional Ir. Soekarno, Jatinangor.
Dony turut turun tangan dalam pengecatan kanstin trotoar tersebut. Menurut dia, pekerjaan yang terlihat sederhana itu memiliki dampak terhadap keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Baca Juga:Pengukuran Terjadwal Hadirkan Kepastian Waktu, Masyarakat Tak Perlu Lama Menunggu Layanan PertanahanGotongroyong, Bank Sosial Tanpa ATM
“Upaya ini seakan kecil, tapi maknanya luar biasa. Besar manfaat dan dampaknya, terutama memberikan rasa aman dan keselamatan bagi pengguna,” katanya.
Dony menyebut Jatinangor sebagai kawasan pendidikan tinggi membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, mulai dari penerangan jalan umum (PJU), trotoar hingga kamera pengawas.
