Guru Al-Hikam Harus Jadi Teladan, KH Sa'dulloh: Jangan Hanya Mengajar Lalu Pulang Menunggu Gaji

Guru Al-Hikam Harus Jadi Teladan, KH Sa\'dulloh: Jangan Hanya Mengajar Lalu Pulang Menunggu Gaji
Guru Al-Hikam Harus Jadi Teladan, KH Sa\'dulloh: Jangan Hanya Mengajar Lalu Pulang Menunggu Gaji
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Menjadi guru di lingkungan Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran. Seorang guru dituntut menjadi teladan dalam ibadah, akhlak, dan pengabdian kepada pesantren.

Pesan itu disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Al Hikamussalafiyyah, KH Sa’dulloh, saat memberikan pembekalan kepada guru-guru baru Yayasan Pendidikan Islam Mohammad Aliyuddin (Yapisna) dalam kegiatan orientasi yang digelar di Aula YAPISMA, Sabtu, 18 Juli 2026.

Dalam arahannya, KH Sa’dulloh menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengajar, tetapi juga oleh keteladanan yang ditunjukkan guru dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:DPC PPP Gelar Mukercab 2026, Perkuat Konsolidasi dan Hadirkan Rekomendasi Strategis untuk Pemkab SumedangIlmawan Muhamad Kembali Pimpin DPC PPP Sumedang Periode 2026–2031

“Guru harus lebih dahulu mengamalkan apa yang diajarkannya. Ketika mengajak santri mengaji, guru juga harus ikut mengaji. Saat mengajak salat berjamaah, guru harus berada di saf terdepan. Jika mengajak santri menghafal Al-Qur’an, guru juga harus menjaga dan melancarkan hafalannya,” ujar kiyai, Sabtu (18/7).

Menurutnya, santri tidak hanya mendengar nasihat dari guru, tetapi juga mengamati perilaku, cara berbicara, hingga kebiasaan beribadah gurunya. Dari situlah pendidikan karakter terbentuk.

Ia juga mengingatkan bahwa menjadi guru di pesantren merupakan amanah besar yang tidak boleh dipandang hanya sebagai pekerjaan untuk memperoleh penghasilan.

“Guru tidak boleh hanya datang saat jam pelajaran, mengajar di kelas, kemudian pulang sambil menunggu honor atau gaji. Guru adalah bagian dari keluarga besar pesantren yang ikut bertanggung jawab membimbing dan membersamai santri,” tegas kiyai.

Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan seluruh guru wajib menjalankan kurikulum terintegrasi yang menggabungkan kurikulum nasional dengan kurikulum kepesantrenan.

Proses pembelajaran pun harus selaras dengan nilai-nilai Islam sehingga mampu membentuk kecerdasan intelektual sekaligus akhlak para santri.Selain aspek akademik, kata dia, sistem pendidikan di Al-Hikam juga memberikan perhatian besar terhadap pembinaan karakter, kedisiplinan, ibadah, dan akhlak santri.

Karena itu, setiap guru dituntut memiliki disiplin tinggi, menaati kode etik, serta mematuhi seluruh aturan yang berlaku di lingkungan pesantren.

Baca Juga:Bukan Pipa JDU 10 Inch, Perumda Tirta Medal Klarifikasi Kebocoran Pipa 2 Inch di Sumedang UtaraBaru Saja Dinormalisasi, Pipa JDU 10 Inci Tirta Medal Kembali Bocor di Dua Titik, Distribusi Air Dimatikan

Kiyai berharap, seluruh guru baru mampu memahami bahwa profesi pendidik di pesantren merupakan ladang pengabdian yang memiliki nilai ibadah.

0 Komentar