“Itu ada pola yang tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Jadi belajar dari masa lalu, melqkukan langkah-langkah identifikasi dan antisipasi,” ujarnya.
Menurut Sekda, kemungkinan perubahan iklim tahun ini lebih berat dengan tahun kemarin sehingga harus adab koordinasi dengan BMKG dan berbagai komponen terkait fenomena tersebut.
“Karena kemarau yang berkepanjangan mempunyai resiko lebih ekstrem sehingga resiko kekeringannya akan lebih parah lagi,” terangnya.
Baca Juga:Menjelang Akhir Jabatan, Bupati Dony dan Wabup Erwan Silaturahmi dengan Forum CamatMotivator Nasional Dr Aqua Dwipayana Ingatkan Bisnis Berkelanjutan Bergantung pada Upaya membangun Komitmen dan Loyalitas Pelanggan
Sekda mengatakan, setelah memahami masa lalu dan menyiapkan hari ini, maka selanjutnya masa depan yang harus dirumuskan.
“Kita akan menyiapkan skema program untuk menangani bencana kekeringan dan kebakaran ini jauh lebih baik dan akan menjawab persoalan,” pungkasnya.
