3. Gangguan pernapasan pada bayi Proses persalinan yang terlalu lama bisa menyebabkan stres pada bayi dalam kandungan. Bayi yang stres bisa mengeluarkan tinja pertama atau mekonium, yang bisa bercampur dengan cairan ketuban dan terhirup oleh bayi. Jika ini terjadi, bayi berisiko mengalami gangguan pernapasan yang serius.
4. Infeksi rahim Persalinan yang terlalu lama meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada rahim atau ketuban, yang dikenal dengan istilah korioamnionitis. Infeksi ini terjadi ketika bakteri masuk ke dalam kantong ketuban dan cairan yang mengelilingi janin, yang dapat menyebabkan komplikasi serius bagi bayi, seperti gangguan pernapasan, bakteremia, dan meningitis.
Risiko bagi Ibu
Selain membahayakan bayi, persalinan yang terlalu lama juga dapat berisiko bagi kesehatan ibu. Salah satu risiko utama adalah perdarahan pascapersalinan, yang bisa lebih besar terjadi pada ibu yang mengalami persalinan lama.
Baca Juga:Bunda Perlu Tahu! Beberapa Informasi Kehamilan yang Harus DiketahuiKKB BRI, Bunga Kompetitif Solusi Miliki Kendaraan Idaman
Untuk mempercepat proses persalinan yang berlangsung terlalu lama, dokter dapat menggunakan alat bantu persalinan seperti vakum atau forceps jika kepala bayi sudah mulai terlihat di luar vagina. Jika kepala bayi belum turun melewati leher rahim dan proses persalinan sudah berlangsung sangat lama, dokter mungkin akan menyarankan operasi caesar.(*)
