Yayasan Nurul Huda Conggeang Sumedang Laporkan Dugaan Peretasan Akun Maker MBG

Yayasan Nurul Huda Conggeang Kabupaten Sumedang mengaku mengalami kerugian akibat dugaan pengambilalihan akun
Yayasan Nurul Huda Conggeang Kabupaten Sumedang mengaku mengalami kerugian akibat dugaan pengambilalihan akun maker, yang digunakan untuk mengakses dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada pertengahan April 2026
0 Komentar

SUMEDANGEKSPRES – Yayasan Nurul Huda Conggeang Kabupaten Sumedang mengaku mengalami kerugian akibat dugaan pengambilalihan akun maker, yang digunakan untuk mengakses dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada pertengahan April 2026.

Ketua Umum Yayasan Nurul Huda Conggeang, Eka Anugrah mengatakan, dugaan pengambilalihan akun maker tersebut terjadi pada 13 dan 15 April 2026.

Menurutnya, akun maker yang terhubung dengan rekening virtual (VA) yayasan diduga tidak lagi dikendalikan oleh perwakilan resmi yayasan yang bekerja sama dengan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sumedang.

Baca Juga:Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah KarbonDesa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal  Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju

Yakni kepala SPPG Pamijahan 4 Kabupaten Bogor, kepala SPPG Leuwiliang 4 Kabupaten Bogor, Kepala SPPG Tarikolot 2 Sumedang, Kepala SPPG Kota Kaler 5 Sumedang, Kepala SPPG Sukamulya Sumedang, Kepala SPPG Girimukti Sumedang, dan Kepala SPPG Pamulihan 3 Sumedang.

“Akun maker berfungsi untuk mengakses dana MBG, yang tersimpan dalam rekening virtual Yayasan Nurul Huda Conggeang. Namun kami menduga akun tersebut telah diambil alih dan dikendalikan oleh pihak yang tidak memiliki hubungan dengan yayasan,” ujar Eka, Jumat (5/6).

Eka menjelaskan, pihaknya menduga terdapat oknum, yang melakukan pengambilalihan akun dengan memanfaatkan dokumen laporan khusus, yang dikirim kepada sejumlah kepala SPPG, untuk ditandatangani dan disampaikan kepada pejabat terkait.

Bahkan menurutnya, dokumen tersebut berisi informasi yang dinilai merugikan nama baik Yayasan Nurul Huda Conggeang.

“Dokumen itu diduga dijadikan dasar untuk mengambil alih akun maker yayasan dan kemudian diberikan kepada pihak lain yang tidak memiliki keterkaitan dengan Yayasan Nurul Huda Conggeang,” katanya.

Lebih lanjut Eka menyebutkan, dana yang tersimpan dalam rekening virtual Yayasan, diduga telah digunakan untuk operasional sejumlah SPPG melalui pengajuan yang dilakukan oleh pihak yang menurutnya tidak berwenang mengendalikan akun maker tersebut.

“Sampai saat ini kami menduga dana yang tersimpan di rekening virtual yayasan telah digunakan oleh pihak-pihak yang mengendalikan akun maker secara ilegal,” ungkapnya.

Baca Juga:Kodim 0610/Sumedang Mulai Pembangunan Jembatan Armco, Penghubung Desa Cimarga dan CinangsihTebar Ribuan Benih Ikan di Waduk Jatigede, Sekda: Mempromosikan Potensi Wisata Sumedang

Kata Eka, yayasan telah mengirimkan surat kepada sejumlah kepala SPPG, untuk memberitahukan adanya dugaan pengambilalihan akun maker, sekaligus meminta agar tidak menyetujui pengajuan belanja maupun pencairan dana dari rekening virtual yayasan. Namun, hingga kini pihaknya mengaku belum menerima respons yang diharapkan.

0 Komentar