Pemdes Licin Apresiasi Inovasi KKNT IPB

Pemdes Licin Apresiasi Inovasi KKNT IPB
SAMBUTAN: Kepala Desa Licin Zulkifli M. Ridwan (tengah) memberikan sambutan saat kunjungan Guru Besar IPB Prof. Dr. Agus Oman Sudrajat untuk meninjau hasil program KKNTI IPB di Aula Kantor Desa Licin, Kecamatan Cimalaka.(Achmad/Sumeks)
0 Komentar

CIMALAKA – Pemerintah Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, mengapresiasi program Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi (KKNTI) mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang berlangsung selama 40 hari. Program tersebut dinilai memberikan dampak positif melalui berbagai inovasi berbasis potensi desa.

Kepala Desa Licin Zulkifli M. Ridwan mengatakan, kehadiran mahasiswa IPB tidak sekadar memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan sejumlah solusi yang dapat diterapkan masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa IPB University yang telah melaksanakan program KKNT di Desa Licin. Berbagai inovasi dan pendampingan yang diberikan sangat bermanfaat bagi masyarakat serta membantu meningkatkan potensi desa,” ujar Zulkifli.

Baca Juga:Menteri ATR/Kepala BPN dan Mendagri Teken Surat Edaran Bersama, Verifikasi BPHTB Dipercepat Jadi 3 HariMasyarakat Dapatkan Jadwal Ukur Pasti dan PBT Terbit Cepat Berkat Layanan Pengukuran Terjadwal

Salah satu program yang mendapat perhatian adalah pengelolaan sampah organik melalui pembuatan lubang biopori. Mahasiswa memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengolah sampah organik dan dedaunan kering menjadi kompos.

Dengan program tersebut, sampah yang sebelumnya kerap dibakar dapat dimanfaatkan menjadi pupuk yang memiliki nilai guna.

Di sektor perikanan, mahasiswa juga memberikan pendampingan kepada unit Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang memiliki fasilitas budidaya ikan dengan sistem bioflok.

Hasil panen ikan kemudian didorong agar tidak hanya dijual dalam bentuk mentah. Melalui edukasi Gemar Makan Ikan, hasil perikanan diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti bakso ikan dan aneka olahan lainnya.

Zulkifli menilai inovasi tersebut penting karena dapat mendorong masyarakat mengembangkan potensi yang sudah tersedia di desa menjadi kegiatan ekonomi yang lebih produktif.

“Program-program tersebut memberikan pengetahuan sekaligus membuka peluang agar potensi yang ada di Desa Licin bisa dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Kerja sama Desa Licin dan IPB juga tidak berhenti setelah program KKNTI selesai. Pemerintah desa bersama IPB akan melanjutkan kolaborasi melalui program pelatihan yang melibatkan 25 warga desa dengan pendampingan empat dosen dari berbagai disiplin ilmu.

Baca Juga:Masyarakat Dapat Jadwal Ukur Tanah yang Lebih Jelas Berkat Layanan Pengukuran TerjadwalCegah Masalah di Masa Depan, Menteri Nusron Ajak Pemda Percepat Sertipikasi Tanah Rumah Ibadah di NTT

Program tersebut diharapkan menjadi pilot project untuk meningkatkan literasi teknologi dan ilmu pengetahuan masyarakat Desa Licin.

“Program tersebut diharapkan menjadi pilot project dalam meningkatkan literasi teknologi dan ilmu pengetahuan bagi masyarakat desa,” ujar Zulkifli.

0 Komentar