Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan
SUMEDANGEKSPRES, Mojokerto – Desa Ketapanrame di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menunjukkan bagaimana potensi lokal dapat diolah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Berbekal sektor wisata, produk unggulan masyarakat, dan pengelolaan usaha desa yang terintegrasi, desa ini berkembang menjadi salah satu contoh keberhasilan pemberdayaan berbasis potensi lokal.
Baca Juga:Kodim 0610/Sumedang Mulai Pembangunan Jembatan Armco, Penghubung Desa Cimarga dan CinangsihTebar Ribuan Benih Ikan di Waduk Jatigede, Sekda: Mempromosikan Potensi Wisata Sumedang
Perjalanan tersebut semakin berkembang sejak Desa Ketapanrame bergabung dalam Program Desa BRILiaN yang diinisiasi oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pada 2021. Program inkubasi desa ini mendorong lahirnya desa-desa unggul melalui penguatan kepemimpinan, tata kelola, inovasi, kolaborasi, dan digitalisasi.
Salah satu wujud nyata transformasi tersebut terlihat melalui Wisata Sawah Sumber Gempong yang dibangun pada 2021 sebagai pengembangan kawasan Taman Ghanjaran di atas Tanah Kas Desa. Kehadirannya lahir dari sinergi berbagai pihak melalui pemanfaatan Pendapatan Asli Desa (PADes), Dana Desa, serta investasi masyarakat.
Dengan panorama sawah terasering dan sumber mata air alami, kawasan ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga membuka peluang usaha bagi warga sekitar.
Seiring perkembangannya, Sumber Gempong menjadi salah satu destinasi unggulan yang memperkuat identitas Ketapanrame sebagai desa wisata.
Selain Sumber Gempong, Desa Ketapanrame juga mengembangkan sejumlah destinasi lain seperti Taman Ghanjaran, Air Terjun Dlundung, Camping Ground Dlundung, wisata religi Ka’bah, hingga kawasan wisata kuliner yang turut mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Aktivitas ekonomi tersebut berjalan beriringan dengan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mengelola lima unit usaha strategis, mulai dari pengelolaan air minum desa, kios dan kandang ternak, wisata desa, kebersihan lingkungan, hingga permodalan dan kemitraan.Potensi ekonomi Ketapanrame juga tercermin dari berbagai produkunggulan berbasis komoditas setempat.
Kelompok tani dan pelaku UMKM mengolah kopi Arabica dan Robusta menjadi berbagai produk bernilai tambah, termasuk cookies kopi dan cascara.
Baca Juga:Di Balik Pengabdian sebagai Polisi, Aipda Dadan Ali Ramdani Kelola Bank Sampah dan Berdayakan PemudaBupati Dony: Sinergi dengan Kejaksaan Kunci Tata Kelola Pemerintahan yang Baik
Masyarakat juga mengembangkan beragam produk turunan jeruk Nagami, mulai dari selai, sirup, puding hingga cookies, yang melengkapi aneka kuliner khas desa dan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi lokal.
