SUMEDANGEKSPRES – Di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai anggota Polri, Aipda Dadan Ali Ramdani menunjukkan kepedulian nyata terhadap lingkungan dan masyarakat.
Anggota Kepolisian yang juga menjabat sebagai Kapokja Nomor Rangka Kendaraan Bermotor (NRKB) Samsat Sumedang itu, menggagas pendirian Bank Sampah Cipatat di lingkungan tempat tinggalnya , sebagai upaya mengatasi persoalan sampah sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Program yang mulai dirintis sejak Februari 2025 tersebut, berlokasi di Dusun Cipatat RT 11 RW 08, Desa Cikurubuk Kulon, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang.
Baca Juga:Bupati Dony: Sinergi dengan Kejaksaan Kunci Tata Kelola Pemerintahan yang BaikDesa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih
Kehadiran bank sampah ini tidak hanya menjadi tempat pengelolaan sampah anorganik, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan masyarakat, terutama kalangan pemuda.
Aipda Dadan Ali Ramdani mengatakan, ide mendirikan bank sampah muncul dari keprihatinannya terhadap masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga, khususnya sampah plastik dan anorganik yang sulit terurai.
“Saya mencoba memberdayakan warga di lingkungan sekitar rumah, khususnya para pemuda, agar lebih produktif sekaligus peduli terhadap lingkungan.
Masyarakat diajak menjaga kebersihan rumah masing-masing dengan memisahkan sampah anorganik seperti plastik untuk kemudian ditabung di bank sampah,” ujar Aipda Dadan kepada Sumeks, Rabu (3/6).
Menurut Dadan, sistem yang diterapkan cukup sederhana. Warga mengumpulkan sampah anorganik dari rumah masing-masing, kemudian menyetorkannya ke bank sampah.
Sampah yang terkumpul akan dicatat sebagai tabungan yang dapat dicairkan dalam jangka waktu lima hingga enam bulan.
Meski nilai sampah yang disetorkan setiap hari tidak terlalu besar, hasil yang terkumpul dalam beberapa bulan cukup membantu kebutuhan masyarakat.
Baca Juga:Wujudkan Transparansi Keuangan Pasar, BRI BO Bandung Soekarno-Hatta dan PD Pasar Juara Jalin Kerjasama LayananButuh Dana Cepat untuk Berbagai Kebutuhan? BRI Multiguna Karya Bisa Cair dalam 1 Hari
“Biasanya setelah lima sampai enam bulan baru terasa hasilnya. Ada warga yang mengambil dalam bentuk uang, ada juga yang menukarkannya dengan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan sembako lainnya. Jadi manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Lebih jau Dadan menjelaskan, tujuan utama program tersebut bukan semata-mata soal nilai ekonomi, melainkan membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Ia meyakini, apabila masyarakat mulai terbiasa mengelola sampah dari rumah, maka persoalan sampah yang sering ditemukan di sungai, kebun hingga kawasan hutan dapat berkurang secara signifikan.
