“Ketika masyarakat sudah peduli terhadap lingkungannya sendiri, otomatis sampah yang selama ini dibuang sembarangan akan berkurang. Ini yang menjadi harapan kami ke depan,” ungkapnya.
Berdayakan Pemuda Lingkungan
Selain fokus pada pengelolaan sampah, Bank Sampah Cipatat juga menjadi sarana pemberdayaan pemuda di lingkungan sekitar.
Dadan mengaku sengaja melibatkan para pemuda dalam kegiatan operasional bank sampah agar mereka memiliki aktivitas positif dan produktif.
Baca Juga:Bupati Dony: Sinergi dengan Kejaksaan Kunci Tata Kelola Pemerintahan yang BaikDesa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih
Menurutnya, para pemuda yang terlibat bertugas memilah sampah berdasarkan jenisnya. Botol plastik, gelas plastik, dan berbagai jenis sampah anorganik lainnya dipisahkan sebelum dijual ke pengepul atau pabrik pengolahan.
“Ketika sampah datang ke bank sampah biasanya masih bercampur dan kotor. Para pemuda ini membantu membersihkan dan memilahnya. Setiap kilogram sampah yang berhasil dipilah, mereka mendapatkan upah. Jadi ada nilai ekonomi yang mereka peroleh,” jelasnya.
Untuk setiap kilogram sampah yang dipilah, para pemuda mendapatkan insentif sekitar Rp500. Meskipun nominalnya tidak besar, sistem tersebut mampu menumbuhkan semangat kerja dan rasa tanggung jawab.
“Alhamdulillah mereka antusias. Bahkan mereka berlomba-lomba memilah sampah sebanyak mungkin karena ada hasil yang didapatkan.
Yang terpenting mereka belajar untuk bekerja, berani berkeringat, dan memiliki bekal pengalaman untuk masa depan,” katanya.Tidak sedikit pula pelajar yang turut membantu kegiatan bank sampah setelah pulang sekolah. Dadan memastikan aktivitas tersebut tidak mengganggu pendidikan mereka karena dilakukan di luar jam belajar.
“Kami mengutamakan pendidikan. Jadi mereka datang membantu setelah pulang sekolah. Ini menjadi kegiatan positif sekaligus menambah pengalaman dan sedikit penghasilan bagi mereka,” ujarnya.
Kembangkan Jaringan Bank Sampah Desa
Saat ini, cakupan Bank Sampah Cipatat tidak lagi terbatas pada lingkungan sekitar tempat tinggal Dadan. Ia mulai membangun jaringan bank sampah unit di sejumlah desa di Kecamatan Conggeang.
Baca Juga:Wujudkan Transparansi Keuangan Pasar, BRI BO Bandung Soekarno-Hatta dan PD Pasar Juara Jalin Kerjasama LayananButuh Dana Cepat untuk Berbagai Kebutuhan? BRI Multiguna Karya Bisa Cair dalam 1 Hari
Melalui koordinasi dengan aparatur desa, masyarakat didorong untuk membentuk unit bank sampah di wilayah masing-masing. Sampah yang terkumpul di desa kemudian disalurkan ke Bank Sampah Cipatat sebagai bank sampah induk.
