Gempuran Kritik Usai Bencana Sumatera: Mengupas 'Kasus' Zulkifli Hasan dan Polemik Tesso Nilo

Gempuran Kritik Usai Bencana Sumatera: Mengupas \'Kasus\' Zulkifli Hasan dan Polemik Tesso Nilo
Gempuran Kritik Usai Bencana Sumatera: Mengupas \'Kasus\' Zulkifli Hasan dan Polemik Tesso Nilo (Ist)
0 Komentar

SUMEDANG EKSPRES – Viralnya kembali wawancara antara Harrison Ford dan Zulkifli Hasan pada 2013 membuat publik ramai menyorot ulang berbagai kasus Zulkifli Hasan yang berkaitan dengan kerusakan hutan di Sumatera.

Momen ketika Ford menegur Zulhas karena deforestasi Taman Nasional Tesso Nilo menjadi pemantik utama gelombang kritik yang muncul setelah bencana banjir besar melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar pada akhir 2025.

Meski Zulhas berulang kali membantah, narasi soal kasus Zulkifli Hasan tetap mencuat dan memancing perdebatan baru mengenai kebijakan kehutanan di masa lalu.

Viralnya Wawancara Harrison Ford yang Membuat Kemarahan Publik

Baca Juga:Rahasia Makeup Flawless, Natural, dan Tetap Sehat Seharian: B ERL Healthy Glaze CushionJerawat Meradang & Sakit Saat Disentuh? Ini Cara Menenangkannya

Potongan dokumenter Years of Living Dangerously kembali menyebar luas, memperlihatkan ekspresi marah Harrison Ford terhadap kondisi hutan Tesso Nilo yang sudah rusak parah. Di video itu, Ford menilai deforestasi terjadi secara masif dan didorong oleh kedekatan antara bisnis dan kekuasaan.

Saat ditanya soal temuan tersebut, Zulhas sempat tertawa – momen yang membuat Ford naik pitam. Ketegangan itu lalu menjadi simbol kritik publik terhadap kasus Zulkifli Hasan yang dianggap tidak tuntas dijelaskan.

Zulhas: Tidak Ada Izin Baru di Tesso Nilo

Menjawab sorotan tersebut, Zulhas menegaskan bahwa tidak ada menteri kehutanan, termasuk dirinya, yang pernah menerbitkan izin pembukaan lahan di Taman Nasional Tesso Nilo. Ia bahkan menyebut, jika ada menteri yang berani mengeluarkan izin, orang tersebut “langsung masuk penjara”.

Namun pernyataan ini tidak otomatis menghentikan kritik. Banyak yang mengaitkan pelepasan kawasan hutan seluas 1,6 juta hektare dengan kasus Zulkifli Hasan, meski Zulhas bersikeras bahwa itu adalah perubahan tata ruang, bukan izin baru untuk perusahaan.

Banjir Sumatera dan Tuduhan Lama yang Muncul Kembali

Usai banjir besar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, publik langsung menghubungkan bencana tersebut dengan kebijakan kehutanan di masa lalu. Meski Tesso Nilo berada di Riau dan tidak terdampak banjir, gelombang kritik tetap mengarah ke Zulhas.

Ia pun membantah keras, menyebut bahwa masalah lahan di tiga provinsi tersebut sudah berlangsung sejak era kolonial Belanda, jauh sebelum dirinya menjabat. Tetapi publik sudah terlanjur mengaitkan bencana dengan rentetan kasus Zulkifli Hasan yang sebelumnya mencuat.

0 Komentar