“RDF mengolah sampah residu melalui sistem pemilahan otomatis, dengan kapasitas fleksibel dan efisiensi biaya. Teknologi ini sudah kami terapkan di lebih dari 15 kabupaten/kota,” jelasnya.
Teknologi tersebut dinilai mampu memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan volume sampah sekaligus membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan produk lokal.
Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap, kolaborasi lintas sektor ini dapat menjadi solusi konkret untuk menekan angka timbulan sampah harian dan mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan menuju zero waste.(red)
