SUMEDANG EKSPRES – Drainase di depan kawasan industri PT Kahatex di wilayah Jatinangor diduga tidak berfungsi optimal. Saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut, air bercampur sampah kerap meluap hingga ke badan Jalan Bandung–Garut, Rabu (11/3/2026).
Kondisi ini dikeluhkan para pengendara yang melintas. Selain menyebabkan genangan, sampah yang terbawa aliran air kerap berserakan di tengah jalan sehingga membahayakan pengguna kendaraan.
Salah seorang pengendara asal Cicalengka, Muhamad Syahida, mengaku terganggu dengan kondisi tersebut. Ia mengatakan sampah yang terbawa arus air bahkan sempat tersangkut di motornya saat melintas di lokasi.
Baca Juga:Sumedang Masuk Daftar 336 Daerah Darurat Sampah di Indonesia, DLHK Akui Pengelolaan Belum OptimalMinim PJU, Jalur Wado–Sumedang di Situraja Gelap Gulita
“Pas hujan deras, airnya meluap sampai ke jalan. Sampah-sampah ikut terbawa dan ada yang nyangkut di motor saya. Ini sangat mengganggu dan berbahaya buat pengendara,” ujarnya kepada Sumeks.
Menurut Syahida, banjir yang meluber ke jalan utama penghubung Bandung dan Garut itu bukan kejadian baru. Ia mengaku hampir setiap kali hujan turun deras, genangan air kembali muncul di titik tersebut.
“Bukan sekali dua kali. Hampir setiap hujan deras pasti banjir di sini. Airnya dari drainase yang tidak menampung dengan baik,” katanya.
Ia pun mempertanyakan fungsi serta pemeliharaan saluran drainase di kawasan industri tersebut. Apalagi, menurutnya saat ini sudah tidak ada lagi aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sebelumnya sempat berjualan di sekitar area depan pabrik.
“Kalau dulu mungkin karena ada PKL atau sampah dari pedagang. Tapi sekarang sudah tidak ada. Jadi seharusnya drainasenya bisa berfungsi dengan baik,” ujarnya.
Kondisi drainase yang diduga tidak berfungsi optimal itu juga membuat arus lalu lintas di jalur Bandung–Garut kerap terganggu ketika hujan turun. Genangan air dan sampah di jalan membuat pengendara harus memperlambat laju kendaraan untuk menghindari kecelakaan.
Selain itu, tumpukan sampah yang terbawa arus juga berpotensi menyumbat saluran air sehingga memperparah genangan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan akan terus berulang terutama saat intensitas hujan tinggi.
Baca Juga:Sudah Lama Rusak, Jalan Desa Cigintung Sumedang Tak Kunjung DiperbaikiSumedang Darurat Sampah, Data SIPSN 2025: 179 Ribu Ton Diproduksi, 90 Persen Belum Tertangani
Sejumlah warga dan pengendara berharap pihak terkait segera melakukan pengecekan serta perbaikan pada sistem drainase di depan kawasan industri tersebut. Normalisasi saluran air dinilai penting agar genangan tidak terus meluber ke jalan utama yang menjadi jalur vital aktivitas masyarakat.
