SUMEDANG EKSPRES, KOTA – Longsornya Tembok Penahan Tebing (TPT) di Lingkungan Cipameungpeuk, Kelurahan Cipameungpeuk, Kecamatan Sumedang Selatan, membuat akses jalan lingkungan warga terputus total. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
TPT yang longsor diketahui berfungsi sebagai penahan badan jalan utama warga. Akibat ambruknya struktur tersebut, jalur yang biasa dilalui masyarakat kini ditutup sementara demi keselamatan.
Relawan PMI Kabupaten Sumedang, Wiwit, mengungkapkan bahwa longsor diduga kuat dipicu oleh lemahnya sistem drainase pada konstruksi TPT. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tembok penahan tidak dilengkapi saluran air atau suling-suling.
Baca Juga:Rp12,5 Miliar Digelontorkan, Bupati Ingatkan Petani Ujungjaya: Jangan Jual Sawah, Negara Butuh PanganDi Antara Tertib Jalan dan Perut Keluarga, PKL Cimanggung Terjepit Larangan Satpol PP Sumedang
“Air hujan tidak punya jalur pembuangan, sehingga meresap ke tanah di balik TPT. Kondisi tanah menjadi basah dan gembur, lalu tidak mampu menahan beban,” jelas Wiwit.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak longsor cukup signifikan. Akses warga lumpuh, aktivitas harian terganggu, dan risiko longsor susulan masih mengintai, terutama jika hujan kembali turun.
Sebagai langkah darurat, area TPT yang longsor telah ditutup menggunakan terpal untuk meminimalkan masuknya air hujan ke titik longsoran. Penutupan akses jalan dilakukan untuk mencegah potensi kecelakaan dan memperkecil risiko longsor lanjutan.
“Saat ini jalan tidak bisa dilalui. Penutupan dilakukan sementara sambil menunggu penanganan lebih lanjut,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan permanen, mengingat jalan tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas lingkungan sekitar.(ka)
