“Jangan pernah berhenti belajar tentang NU. Orang yang tidak paham NU sejatinya adalah orang yang tidak mau mengaji. Karena NU itu hidup dari tradisi keilmuan dan pengajian,” ungkapnya dengan penuh penekanan.
Menurutnya, masa depan NU sangat bergantung pada kesungguhan generasi mudanya dalam menjaga tradisi pesantren sekaligus merespons perubahan zaman secara bijak. Santri diharapkan mampu menjadi pelopor dakwah yang sejuk, moderat, dan membawa maslahat bagi umat.
Peringatan Harlah NU ke-100 di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi sarana penguatan ideologi, spiritualitas, dan komitmen santri dalam melanjutkan perjuangan ulama NU.
Baca Juga:Pesantren di Sumedang Dapat Fasilitas PBG Gratis, Bupati Dony Dorong Optimalisasi Peran PonpesPesantren Jadi Bagian Strategis Pembangunan Daerah, Bupati Sumedang Paparkan Komitmen di Forum Nasional
Dengan semangat satu abad NU, pesantren berkomitmen untuk terus berkhidmat dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan demi terwujudnya Islam yang rahmatan lil ‘alamin. (red)
