Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Selain fokus pada pembangunan internal daerah, pemerintah juga menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan kawasan ekonomi regional sebagai motor pertumbuhan baru.
Peningkatan kesiapan infrastruktur, penguatan kualitas tenaga kerja, serta pembangunan sektor industri menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing daerah.
Baca Juga:Dony Ahmad Munir Tinggalkan PPP, Gabung Gerindra Manuver Awal Pilgub Jabar?
“Pengembangan ekonomi daerah harus berjalan seiring dengan peningkatan investasi dan kesiapan sumber daya manusia. Dengan kolaborasi yang kuat, Sumedang optimistis dapat menjadi daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” tegasnya.
Berbagai capaian pembangunan tersebut turut diikuti dengan sejumlah prestasi dan penghargaan yang diraih pemerintah daerah sebagai bentuk pengakuan terhadap inovasi dan kinerja pembangunan.
Capaian tersebut menjadi indikator bahwa arah pembangunan daerah berjalan sesuai dengan target yang telah direncanakan.
Bupati menambahkan, pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumedang harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui prinsip pembangunan yang Kadeuleu (terlihat), Karampa (teraba), dan Karasa (terasa).
“Setiap program pembangunan harus Kadeuleu, Karampa, dan Karasa.
Artinya hasil pembangunan harus terlihat nyata, dapat dirasakan manfaatnya secara langsung, dan memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui rakor tersebut, Bupati menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh perangkat daerah dan dukungan masyarakat.
