Lewat Desa Cantik, Sukajaya Benahi Tata Kelola dan Validasi Data Warga

Lewat Desa Cantik, Sukajaya Benahi Tata Kelola dan Validasi Data Warga
Caption: Kepala Desa Sukajaya, Sukana SM MM., saat kegiatan penyambutan dan penerimaan KKN Praja IPDN dihalaman Kantor Desa Sukajaya baru- baru ini.
0 Komentar

SUMEDANG EKPRES – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, memberikan dampak nyata bagi penguatan data dan perencanaan pembangunan desa.

Kepala Desa Sukajaya, Sukana SM MM melalui Sekretaris Desa Sukajaya, Didi SE, menyampaikan bahwa kegiatan KKN Praja IPDN yang berlangsung selama 28 hari tersebut difokuskan pada kegiatan pendataan dan sensus statistik di seluruh wilayah desa.

“Selama kurang lebih satu bulan, adik-adik Praja IPDN melakukan survei sensus data statistik ke setiap kepala keluarga di desa. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik dan hasilnya sudah kami terima,” ujar Didi.

Baca Juga:Sarana Kesehatan di Rancamulya Jadi Perhatian Utama Pemerintah DesaKembangkan Aplikasi Dashboard SDM, Sekjen ATR/BPN: Proses Mutasi dan Promosi Jadi Lebih Efektif dan Efisien

Menurutnya, hasil pendataan tersebut menjadi fondasi penting bagi pemerintah desa dalam menyusun kebijakan berbasis data. Data yang dihimpun mencakup berbagai aspek, mulai dari jumlah penduduk, kondisi sosial ekonomi, hingga angka pengangguran.

Pendataan dilakukan berbasis metodologi Badan Pusat Statistik (BPS), sehingga data yang dihasilkan dinilai akurat dan komprehensif. “Semua data tersentuh, mulai dari jumlah penduduk dan aspek lainnya. Ini sangat membantu kami dalam memperkaya profil desa agar lebih inovatif dan berbasis kebutuhan riil masyarakat,” katanya.

Program ini merupakan bagian dari penguatan konsep “Desa Cantik” (Desa Cinta Statistik), yang bertujuan mendorong tata kelola pemerintahan desa berbasis data. Selain Desa Sukajaya, kegiatan serupa juga dilaksanakan di sejumlah desa di Kecamatan Sumedang Selatan dan Kecamatan Cimalaka.

Didi berharap, ke depan seluruh desa di Kabupaten Sumedang dapat mengadopsi program serupa guna meningkatkan kualitas perencanaan dan pengambilan kebijakan.

“Dengan data yang akurat, pemerintah desa maupun kabupaten dapat menentukan intervensi apa yang harus dilakukan dan program apa yang perlu diprioritaskan. Ini sangat membantu kami dalam menjalankan pemerintahan,” jelasnya.

Ia menambahkan, data yang telah dihimpun saat ini sudah final dan siap digunakan. Apabila ke depan terdapat perubahan kondisi di lapangan, pembaruan data akan dilakukan menyesuaikan perkembangan terbaru.

Program KKN Praja IPDN di Desa Sukajaya dimulai pada 7 Februari dan dijadwalkan berakhir pada 6 Maret 2026. Saat ini, kegiatan di tingkat desa telah rampung dan tinggal menunggu proses ekspos di tingkat kabupaten.

0 Komentar