TIDAK semua keputusan lahir dari data.
Sebagian –justru yang paling menentukan– datang dari sesuatu yang sulit dijelaskan.
Feeling.
Itulah yang dirasakan Malik Idris, empat tahun lalu, saat pertama kali menjejakkan kaki di sebuah pabrik air di Desa Sindangpakuwon, Cimanggung.
Saat itu, pabrik itu tidak bernyawa.
Mesin-mesinnya diam. Aktivitas nol. Bangunan berdiri, tapi tanpa arah.
Namun di tengah kesunyian itu, Malik justru melihat sesuatu yang berbeda.
“Kayaknya saya bisa menjalankan ini.”
Kalimat sederhana. Tapi cukup untuk mengubah segalanya.
Baca Juga:H-1 Lebaran, Tol Cipali Mulai Dinormalisasi: One Way Disterilisasi dari KM 70 hingga 414Jelang Lebaran, Parkir Rp5.000 di Taman Endog Sumedang Dikeluhkan Warga, Resmi atau Pungutan?
Ia tidak langsung bergerak. Cerita itu dibawanya pulang. Dibicarakan dengan teman, dengan para senior, juga dengan keluarga.
Dihitung. Dipikirkan matang.
Jika pabrik ini dihidupkan, setidaknya bisa membuka sekitar 50 lapangan pekerjaan.
Angka itu menjadi bahan bakar.
Bukan sekadar bisnis, tapi peluang menghidupkan banyak orang.
Keputusan pun diambil.
Pabrik itu diakuisisi.
Dan pada 3 Januari 2022, sejarah baru dimulai. TGM 99 resmi beroperasi di bawah kendali tim Malik Idris.
Awalnya? Hanya tiga orang.
Jumlah yang bahkan belum cukup untuk disebut organisasi besar. Tapi waktu berjalan cepat.
Empat tahun berselang, angka itu melonjak drastis.
Menjadi 99 karyawan.
Sembilan puluh sembilan orang yang kini menggantungkan hidupnya dari pabrik yang dulu nyaris dilupakan.
Air dari Cimanggung ternyata punya cerita sendiri. Ia tidak berhenti di desa.
Produk TGM 99 kini mengalir ke berbagai daerah: Bogor, Sukabumi, Cirebon, Jakarta, Banten, bahkan menembus Jawa Tengah hingga Surabaya dan Pekalongan.
Dari desa, menuju kota.
Dari lokal, menjadi regional.
Namun bagi Malik, pertumbuhan itu bukan sekadar soal distribusi.
Yang lebih penting adalah efek berantainya.
Di lapangan, ia melihat sendiri bagaimana TGM membuka jalan bagi banyak orang.
Guru ngaji yang kini ikut berjualan.
Baca Juga:H-1 Lebaran, Arus One Way Tol Cipali Lancar: Volume Kendaraan Turun Drastis 68 PersenPria Berteriak di Pinggir Tol Palikanci Diamankan Polisi, Respons Cepat Cegah Bahaya di Jalur Mudik
Warga yang sebelumnya tidak punya pekerjaan, kini menjadi agen dan grosir.
Usaha kecil tumbuh di sekitar produk yang sama.
“TGM ini bukan cuma tentang uang,” ujarnya.
“Ini tentang kebermanfaatan.”
Dampak itu juga terasa dalam bentuk lain.
Dari laporan keuangan, lahir program-program sosial: pembangunan masjid, jembatan, santunan anak yatim, hingga bantuan untuk guru ngaji.
