Bukan Cuma Bisnis, Ini Gerakan: TGM 99 di Tangan Malik Idris

Direkrut TGM99, Malik Idris
Direkrut TGM99, Malik Idris
0 Komentar

Sebagian bahkan berasal dari kolaborasi.

CSR di TGM bukan sekadar formalitas.

Ia hidup.

Mengalir, seperti air yang mereka produksi.

Namun di balik semua capaian itu, Malik justru menegaskan satu hal penting: Ini bukan kerja satu orang.

“Bukan karena saya saja. Bukan hanya manajemen,” katanya.

Ada banyak unsur yang terlibat.

Pemodal. Pengelola. Karyawan. Investor. Bahkan masyarakat sekitar –terutama ibu-ibu yang setia membeli dan mempromosikan.

Semua punya peran.

Semua ikut membesarkan.

TGM 99, pada akhirnya, bukan sekadar perusahaan.

Ia adalah kerja bersama.

Kemenangan bersama.

Di tengah banyaknya usaha yang bergantung pada modal asing, TGM memilih jalan berbeda.

Investornya lokal.

Putra daerah.

Dari Jawa Barat.

Baca Juga:H-1 Lebaran, Tol Cipali Mulai Dinormalisasi: One Way Disterilisasi dari KM 70 hingga 414Jelang Lebaran, Parkir Rp5.000 di Taman Endog Sumedang Dikeluhkan Warga, Resmi atau Pungutan?

Artinya, nilai yang dihasilkan tidak mengalir ke luar negeri. Tetap berputar di tanah sendiri.

Menguatkan yang dekat.

Kini, Malik tidak lagi berbicara soal memulai.

Ia bicara soal melesat.

Harapannya sederhana: TGM terus tumbuh, tanpa kehilangan nilai yang sejak awal ditanam.

Bahwa bisnis ini bukan hanya tentang keuntungan. Tapi tentang dampak.

Tentang masa depan.

Tentang generasi berikutnya yang kelak ikut membesarkan.

Dan jika semua ditarik ke awal –cerita ini memang dimulai dari sesuatu yang sering dianggap sepele.

Feeling.

Yang kali ini, terbukti tidak pernah salah.

0 Komentar